jadi insinyur di kerjaan non teknis
belum lama saya berdiskusi dengan seorang fresh grad dengan background engineering yang mendapati dirinya kecewa karena bekerja di bidang non teknis.
ini sebenernya menjadi masalah klasik: setengah dari kita akan memahami masalah ini sebagai masalah ‘kesempatan’, sementara yang lain sebagai masalah ‘pilihan’
ini menjadi kesempatan karena setiap orang yang ingin menjalani insinyur seharusnya melengkapi diri dengan bidang non teknis, seperti manajemen dan administrasi. dua hal itu yang saya kira menjadi kekurangan engineer indonesia: terlalu ‘pinter’ dengan teknis tapi terlalu naif dalam hal bisnis portofolio (manajemen) dan terlalu polos dalam hal mempresentasikan dirinya secara administratif baik berupa lisan maupun tulisan (writing report).
jadi jangan patah semangat dulu kalau ada yg bekerja di consumer goods company misalnya, tapi dalam hati kecilnya masih tetap ingin bekerja sbg engineer sejati. suatu saat pengalaman anda di perusahaan berorientasi pasar itu akan berguna! percayalah!
ada juga yang melihat masalah diatas sebagai pilihan ‘black and white’: kalau jadi engineer ya kerja di bidang teknis dong, jangan sekali2 kerja di bidang non teknis.
gak salah juga sih punya pendapat begitu, tapi biasanya kalau mau ‘kaya’ pengalaman, ya silakan cicipi berbagai pekerjaan di non teknis sekalipun…

Recent Comments