Archive

Archive for the ‘Common’ Category

Ready spread your wings

November 8, 2009 kampungmelayu Leave a comment

Days may come and days may go,
Funny how the children grow so fast
Nothing can last,
Always try, and try we will,
Nothing ever standing still for long,
Is it all wrong?

Time, tell me where you’ve flown,
Wind where have you blown,
Taking us along,
And changing as you go,
Everything we know,
Like the rivers flow,
What have we to show.

Ready to spread your wings and fly away,
It doesn’t seem right somehow,
I know you’re older now,
And why do we need tomorrow here today?
Haven’t the years been kind,
Did we get left behind

20060826_183720-v Read more…

Categories: Common

Peter Drucker’s advices

September 24, 2009 kampungmelayu Leave a comment

Sudah beberapa bulan terakhir saya membaca buku tentang pemikiran Peter Drucker di bidang practical management. ya memang berbulan-bulan karena membacanya on-off dan kadang kebanyakan melamun :-D

Ada satu quote yang menarik dari Drucker:

“Jika terus melakukan apa yang dulu berhasil, maka anda akan GAGAL”

Menarik sekali kan? Perlu pemahaman yang mendalam terhadap kutipan di atas, utamanya buat para professional yang terbiasa melakukan rutinitas di pekerjaannya, seperti pada saat project development dan lain sebagainya.

Read more…

Categories: Common, EPC and Migas

Filosofi Pensil (dari milis Ina_InMalay)

August 13, 2008 kampungmelayu 1 comment

“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil
ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh
hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera
dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu
dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa
wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh
si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang
sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa
pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu
gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu
gagal.”

Read more…

Categories: Common

Prof. Ir. Said D Jenie ScD

July 15, 2008 kampungmelayu 3 comments

Innalillahi wa innailaihi rajiun.

pembimbing kepala tugas akhir saya saat undergrad di ITB (saat itu juga menjabat Ketua Prodi) meninggal dunia Jumat lalu. beliau terakhir menjabat sebagai Kepala BPPT. Berita detail di sini

ada banyak kenangan saya bersama beliau, bahkan sebelum saya kenal beliau. dulu, saat SMA saya pernah baca artikel tentang jurusan aeronautika itb yang di pimpin beliau. terbayang di benak saya saat itu betapa ‘keren’nya kuliah tentang masalah teknik penerbangan dibimbing seorang yang bernama Said D Jenie (dulu saya menyangka beliau ‘bule’ karena nama belakangnya). yang ada dilamunan saya dulu adalah saya hadir di ruang kelas yang rapi dengan jumlah mahasiswa yang sedikit dan mendapat bimbingan dari seorang ‘bule’ tadi khusus tentang perancangan pesawat…

..and the dreams come true. alhamdulillah saya bisa tembus umptn dan bisa kuliah disana. gambaran waktu SMA tadi menjadi kenyataan, meski ternyata Pak Said itu orang Indonesia asli (meski kepakarannya – saya yakin – jauh melebihi kepakaran orang bule di dunia penerbangan).

selama kuliah tentu saya diajar langsung oleh beliau dan bahkan melaksanakan tugas akhir dibawah bimbingan beliau (meski melalui dosen yang lain karena beliau sudah sibuk sekali saat itu untuk N250). malah, seingat saya dulu, saya juga pernah menjadi asisten beliau untuk matakuliah ‘pengantar sistem satelit’.

yang berkesan dari beliau adalah ide tentang ujian oral instead of writing test. beliau sering sekali menceritakan pengalaman beliau kuliah di MIT dimana ujian dilakukan secara oral dan presentasi dimana mahasiswa hanya dibekali satu pesawat model dan diminta menerangkan prestasi atau dinamika pesawat secara langsung (seperti bagaimana menerangkan angle of attack atau sidewind take-off dengan menggunakan alat bantu peraga pesawat model tadi).

selamat jalan pak said. semoga jasa-jasamu dibidang penerbangan menjadi modal para penerusmu untuk memajukan dunia dirgantara indonesia.

semoga Allah SWT mengampuni beliau dan melapangkan jalannya di hari pembalasan nanti.

Categories: Common

4 working days… good idea!

Beberapa company di Jakarta saat ini sedang mewacanakan berlakunya 4 (atau 4.5) hari kerja dalam seminggu. Ini rencana menarik mengingat semakin melelahkannya perjalanan ke kantor (alhamdulillah saya gak terlalu capek karena rumah – kantor cuma 7km) ditambah kemacetan yang dahsyat. Belum lagi isu energi (konsumsi untuk PC / laptop, lampu, Aircond, etc, lift, etc) di perkantoran.

Detailnya kira2 begini:

Pekan pertama, senin sampai kamis ngantor 9 jam. Jumat nya 8 jam. Pekan kedua, senin sampai kamis ngantor 8 jam, jumatnya libur blas. Demikian berulang seterusnya

atau,

sama dengan atas, hanya saja setiap jumat cuma kerja 4 jam.

Dua alternative tsb sangat menarik karena bisa menambah quality time for familiy dan for ourselves. juga for our future (merintis bisnis sendiri misalnya)…

 

Categories: Common

Tentang kerja di Thailand

February 3, 2008 kampungmelayu 4 comments

Beberapa waktu lalu saya mendapat tugas ke Thailand oleh kantor saya di sini. Kami berangkat untuk menginspeksi beberapa komponen kompressor (bare compressor di buat di Jerman) sekaligus menutup beberapa outstandings.

Tentu hal yang ingin saya ketahui dari kunjungan tersebut adalah : apakah menyenangkan atau tidak untuk tinggal dan bekerja di sana. Seperti diketahui bahwa terdapat  beberapa opportunity (yang beredar di kalangan international head hunter) terutama di bidang oil and gas.

Industri Oil and gas banyak  terdapat di propinsi Chonburi (kotanya di Rayong atau di Sattahip) dan sekitarnya.

Secara biaya hidup, saya mendapatkan bahwa biaya hidup lebih murah dari Indonesia. Yang saya dengar hanya dengan 10 ribu Bath (setara 3 juta rupiah) anda mendapatkan service apartement, lengkap dengan internet 24 jam (ini data di Rayong).  Yang menjadi masalah – setidaknya menurut saya – adalah masalah makanan (karena orang Thai rata2 senang makan babi) adalah susah sekali mencari makanan halal dan masalah bahasa (sulit sekali memahami bahasa Inggris orang Thailand).

Khusus tentang suasana dan kehidupan masyarakat di Thailand, saya kira mereka sangat terbuka dan sopan, dan cenderung permissive dalam hal sex, khususnya untuk masyarakat di daerah Pattaya (yang cuma 1 jam dari Rayong). Kelihatannya mudah sekali orang bule untuk membeli rumah dan menetap disana (dan beristrikan orang Thai) karena banyak sekali perkampungan bule seperti ‘little german’ dan ‘little russia’ disana.

Categories: Common

Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia

January 12, 2008 kampungmelayu 34 comments

Buat orang yang pertama kali datang ke Malaysia, mungkin perlu beberapa saat sebelum bisa memahami percakapan orang Malaysia. Kalau baca koran (tulisan) jauh lebih mudah, karena tidak terpengaruh dialek lokal orang Malaysia.

Secara umum sebenernya bahasanya mirip karena memang satu rumpun. Namun yang menarik adalah kadang2 kata yang sama mengandung arti yang berbeda, kadang beda dikit atau beda jauh, malah bisa menimbulkan kesalah pahaman.

Read more…

Categories: Common

Professional Engineer Indonesia di Malaysia

January 2, 2008 kampungmelayu 9 comments

Belakangan cukup banyak berita tentang brain-drainnya banyak engineer Indonesia di dunia EPC ke Malaysia. Dari pengamatan saya, kelihatannya memang tahun ini terdapat lonjakan jumlah para kaum professional untuk merantau ke negeri jiran ini.

Dari data yang saya miliki (kebetulan ada milis khusus para engineers EPC di Malaysia), engineers EPC asal Indonesia sudah berjumlah lebih dari 80 orang (mungkin juga lebih dari 200 orang kalo dihitung rekan2 yang di E&P / Oil & Gas company) tersebar mulai dari Johor, Melaka (seperti saya dan16 orang Indonesia lainnya), Kuantan, Terengganu, Kuala Lumpur dan Miri Serawak. Tentu konsentrasi terbesar di Kuala Lumpur.

Read more…

Categories: Common, EPC and Migas

Kota termahal di Asia – Asia’s Most Expensive Cities

December 9, 2007 kampungmelayu 2 comments

Di koran Star Malaysia kemarin, ada artikel menarik tentang kota termahal di asia, terutama diukur dari survey belanja para expatriate di kota2 tersebut.

Berikut daftarnya (dalam kurung menyebutkan ranking dunia tahun ini):

Read more…

Categories: Common

Perlu tidak mengambil gelar Master?

December 9, 2007 kampungmelayu 3 comments

Sepuluh tahun lalu saat saya baru lulus dari Bandung, hanya sedikit teman2 yang langsung meneruskan ke jenjang master karena ingin ‘buru-buru’ kerja dan jadi professional. Saat ini saya lihat kelihatannya trendnya sudah berubah: banyak lulusan S1 yang langsung kuliah S2.

Read more…

Categories: Common