Home > islam > Tidak Sulit Menemukan Wajah-Wajah Muslim di Denmark

Tidak Sulit Menemukan Wajah-Wajah Muslim di Denmark

(ini tulisan saya lima tahun lalu…)


Publikasi 26/11/2002 07:59 WIB
[b]eramuslim
, Ebsjerg, Denmark – Denmark adalah salah satu negeri di Eropa Utara, tepatnya di kawasan Skandinavia. Skandinavia sangat dikenal di dunia akan konsep ‘welfare state’ di mana kemakmuran sangat di jaga, berdasarkan konsep keadilan sosial, salah satunya karena tingkat pajak yang tinggi.
Populasi muslim di kawasan Skandinavia tidaklah sebanyak di kawasan Eropa lainnya (saat ini, prosentase populasi muslim terbesar di Eropa adalah di negeri Perancis). Di Denmark sendiri, dari total populasi sekitar 5.3 juta penduduk, jumlah kaum muslimin diperkirakan tak lebih dari 200 ribu orang. Sebagian besar diantaranya adalah imigran dari Turki, Arab, dan Pakistan, dan juga pengungsi dari Somalia dan Bosnia. Khusus untuk muslim Pakistan, sangat terasa sekali kehadirannya, karena barangkali lebih dari setengah pengemudi taksi di Kopenhagen adalah orang Pakistan.


Semarak Ramadhan cukup terasa di negeri yang terkenal akan dongeng dari novelis HC Andersen ini. Di Kopenhagen misalnya, tidaklah terlalu sulit menemukan puluhan muslim yang sedang menunaikan tarawih di masjid masjid. Sayang sekali, sampai saat ini belum ada (masih ada keengganan dari pemerintah setempat) masjid yang representative, lengkap dengan lambang bintang dan bulan sabit serta menara, sekalipun di Kopenhagen. Beda dengan negeri Skandinavia lainnya, dimana terdapat mesjid megah di Stockholm (Sweden) dan Oslo (Norway).
Sekalipun demikian, perhatian media massa setempat terhadap bulan suci ini cukup terasa. Beberapa kali DR2 (TVRI-nya Denmark) menayangkan beberapa feature tentang Islam. Salah satunya adalah tentang beberapa wanita asli Denmark yang baru saja memeluk Islam dan sedang belajar sholat dan menghafalkan AlQur’an. Tidaklah mengherankan, karena sekalipun minoritas, kehadiran muslim, khususnya di Kopenhagen seperti di kawasan Norreport, sangat terasa. Bisa dibilang mudah sekali menemukan ‘wajah-wajah’ muslim.
Di Esbjerg, kota ke empat terbesar di Denmark, semarak Ramadhan semakin diwarnai dengan ta’lim yang diselenggarakan setelah shalat Tarawih. Ta’lim biasanya diselingi dengan diskusi intensiv. Dengan populasi kota Esbjerg sekitar 83 ribu (hampir sama dengan satu kecamatan di Jakarta), adanya 4 masjid (sekalipun sederhana) sangatlah signifikan.
Ramadhan kali ini berlangsung di awal musim dingin. Subuh jatuh pada pukul 6.30 dan maghrib pada pukul 4 sore. Negeri Denmark adalah kawasan dingin di Eropa, karena lokasinya di utara dan beriklim laut (Laut Utara), suhu dapatdrop sekitar minus 28 celcius pada akhir tahun. Sekalipun dingin dan populasi muslim yang sedikit, saudara saudara kita di negeri ini insya Allah tidaklah surut dalam semangat menjalankan ibadah Ramadhan dan menyambutnya dengan takbir di hari kemenangan nanti.

Categories: islam Tags: , ,
  1. maba
    July 19, 2010 at 5:02 am

    informasi yang sangat menarik dan memberikan tambahan motivasi untuk menimba ilmu di eropa.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: