Home > EPC and Migas > Rotating Engineer (part 1)

Rotating Engineer (part 1)

Seperti pernah dibahas sebelumnya, rotating engineer bertugas menangani semua hal yang berkaitan dengan machinery atau mesin2 yang berputar. Meski kadang penugasannya digabung dengan package engineer, kali ini saya mau fokus di rotating-nya saja.

Ada beberapa company (seperti JGC misalnya) yang menyebutnya sebagai ‘rotary’ bukannya ‘rotating’,  tapi ya sama saja: tetap berasal dari ‘rotor’ (sesuatu yang berputar).

Dalam menangani masalah engineering yang terkait dengan rotating equipment, hal2 yang menjadi perhatian adalah, a.l:

1. Performance: terutama sekali performance curve (dalam konteks centrifugal pump/compressor itu dalam bentuk kurva Head-Flowrate) mencapai seperti yang diinginkan. Juga harus diperhatikan beberapa mode operasi (seperti untuk booster compressor) dan fluida operasi (molecular weight, pressure dan temperature)

2. Efisiensi: sangat diutamakan bahwa equipment yang dipilih mempunyai efisiensi tertinggi yang otomatis memberikan kebutuhan driver yang rendah

3. Driver (penggerak): apakah dalam bentuk motor (bisa motor sinkron – untuk yang besar2 atau motor induksi) atau dalam bentuk gas/steam turbine atau gas engine. Perlu diperhatikan jenis koneksi (coupling) antara driver dan driven equipment termasuk juga apakah menggunakan gear atau direct drive

4. Kesesuaian dengan International Std: jika kita berurusan dengan Oil & Gas, tentunya harus merujuk API 610 (untuk pump), API 618 (untuk reciprocating compressor), API 616 (untuk gas turbine) dlsb. Compliance (meski tidak harus 100%) sangat dibutuhkan karena menyangkut keamanan, availability in market, ease of comparison in purchasing, dll, tapi terutama sekali karena API Std sudah proven dan diaplikasikan di banyak tempat di dunia.

5. Delivery: Hampir semua rotating equipment (kecuali air compressor) adalah long-lead item dimana deliverynya bisa mencapai 18 atau 24 bulan!!, bayangkan jika proyeknya ‘cuma’ berdurasi 2 tahun, berarti begitu start harus segera PO (purchase order) . Ini isu paling serius mengingat booming oil (USD 90-an/barell??) yang me’maksa’ seluruh oil company berlomba menggenjot produksi dengan membangun atau merevamp refinery mereka…

…berlanjut… 

Categories: EPC and Migas
  1. dimasu
    February 17, 2008 at 12:36 am

    Mau tanya.. Itu kalau beli rotating equipment, deliverynya bisa 24 bulan. Berarti begitu proyek berjalan, si engineer sudah harus langsung memberikan keputusan dong. Kalau sudah selesai di awal, nanti si engineer ngapain lagi di sisa waktu proyeknya yang masih panjang?

  2. February 17, 2008 at 10:25 pm

    ya tentu masih banyak hal yang dikerjakan, mas dimasu. yang utama adalah Vendor Print Check / Post Purchase Evaluation: yaitu mengecek seluruh data spesifikasi, drawing, proses manufaktur, interface dengan disiplin lain sampai performance dan mechanical run test.
    VPC ini sangat penting karena saat kita membeli (purchase order) tentu hal2 detail belum diperhitungkan. VPC dilakukan dengan memberi komen sampai tahap approved for construction terhadap dokumen2 vendor.
    Setelah VPC selesai maka tugas engineer adalah membantu tim konstruksi menginstall rotating equipment tsb.

  3. dimasu
    February 23, 2008 at 3:50 pm

    wah. terima kasih jawabannya🙂
    saya anak baru di EPC setelah putar haluan dalam berkarir..kalau ditanya kenapa hijrah, salah satunya karena saya terinspirasi dari blog ini dan blognya pak don85..hehe..
    kemarin baru liat2 proses fabrikasi dan pre-commisioning. *engineering stage-nya sudah lewat*..huhu.. padahal mau lihat juga bagaimana sih detail kerjanya…

  4. Moge
    August 15, 2008 at 4:27 am

    Salam Mas KM,

    Insy, dalam waktu dekat kami mau melakukan FAT ( perf & Mech Run test) untuk Vertical Inline Compressor. Untuk test plan & procedurenya sudah ada. Yang ingin di tanyakan, kira2 adakah special intention dalam FAT nanti yg harus di perhatikan?
    Kebetulan sebelumnya saya adalah overhaul enginner untuk rotating equipment dan jarang ada kesempatan untuk FAT

    Terima Kasih

  5. August 21, 2008 at 2:52 am

    Pak Moge,
    Secara umum FAT itu terdiri dari mechanical run test (dijalankan 4 jam sampai oil lube bersirkulasi) dan performance test. cuma khusus recip compressor, performance test tidak umum dilakukan. Saya tidak ada informasi dari Pak Moge ttg tipe compressor atau standard yang dipakai: Centrif (API 617), Recip low speed (API 618) atau Recip high speed (API -11P). Masing2 beda lho pak, sebagai contoh untuk recip anda harus pay attention di piston speednya.
    silakan intip: http://hammerengineers.wordpress.com untuk Q&A yang terkait
    salam,

  6. prima
    November 5, 2008 at 5:48 am

    Selamat siang mas

    nama saya adi

    saya adalah rotating engineer junior di epc

    kira2 bagaimana masa depan rotating engineer di epc tuk 10 tahun ke depan

    trima kasih jawabannya

  7. arif
    December 10, 2010 at 6:13 am

    klo tempat training atau diklat yg bagus buat rotating equipment apa nama lembaganya ya, tlg kasih tau ya terima kasih

  8. Machmud Syam
    January 16, 2011 at 12:43 am

    Dapat menjadi alat komunikasi bagi para engineer

  1. November 30, 2007 at 1:02 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: