Home > Common > Perlu tidak mengambil gelar Master?

Perlu tidak mengambil gelar Master?

Sepuluh tahun lalu saat saya baru lulus dari Bandung, hanya sedikit teman2 yang langsung meneruskan ke jenjang master karena ingin ‘buru-buru’ kerja dan jadi professional. Saat ini saya lihat kelihatannya trendnya sudah berubah: banyak lulusan S1 yang langsung kuliah S2.

Tentu pertanyaannya klasik: kenapa gak kerja dulu baru ambil S2 (kebetulan saya seperti ini)? Tapi tentunya jawabannya tidak sesederhana itu karena tergantung tujuan pribadi, bidang pekerjaan dan tentu saja masalah fasilitas (waktu, dana dan kesempatan).

Untuk berbagi cerita saja, sewaktu ambil kuliah di Denmark (free tuition fee saat itu, hanya mikirin living cost), saya sudah hitung2 dan ternyata memang biayanya gak beda jauh dengan kuliah di Jakarta atau Bandung. Banyak orang gak tau bahwa di Eropa sebenernya saat summer kesempatan kerja baik formal (as part of research) atau informal (black market) bisa dapet uang lumayan cukup untuk hidup.

diplom-master-degree-certificate.jpg

Tapi yang paling terasa bagi saya adalah: pengalaman menuntut ilmu di negeri orang. Disana, saya belajar bukan hanya akademik, tapi juga budaya, cara pandang, sampai bagaimana bisa bertahan sendirian di negeri orang di musim dingin yang mencekam. Itu yang -menurut saya lho – belum tentu bisa didapatkan di tanah air.

Kemudian, pertanyaan klasik lainnya adalah: terpakai tidak ilmu Master di tanah air. Jawaban saya simple: ilmu itu untuk diamalkan bagi kesejahteraan manusia, bukan hanya tanah air kita. Bukan saya a-nasionalis lho, cuma saja di zaman sekarang sayang banget kalo aplikasi ilmu dikotak2-an dengan batas2 geografis…

Categories: Common
  1. December 15, 2007 at 2:11 am

    weit sah.. betul sekali ilmu diamalkan untuk kesejahteraan manusia. tetapi ada pesan, bantu lah tetangga terdekat, yang berarti lingkungan kita. Kalo dalam kasus saya, yang orang Indonesia, ya saya berusaha bisa berguna untuk Indonesia (setidaknya dari bayar pajak yang mahalnya minta ampun >_<) sukur2 hasil pekerjaan saya bisa membantu orang lain..

  2. December 16, 2007 at 10:05 am

    banyak sekali orang berkomentar, ngapain kuliah jauh2 di LN toh yang dihargai ijazah S1. Menurut saya terlalu sederhana sekali orang beranggapan begitu.
    Saya sependapan dengan Kang Hamdi bahwa ilmu itu untuk diamalkan.
    Trus enaknya kalo sekolahl di mari, udah gratis plus bisa jalan2 hehehe…, apa lagi kalo liburan datang wah konto pasti luber….

    salam

  3. July 17, 2008 at 10:02 am

    Wach perlu sekali gelar master itu bro, yang paling mustahak “what is behind the tittle?” tentu banyak sekali khan bro…, saya lagi master di Malaysia dan saya belajar dari pengalaman di indonesia ternyata jauh kaki melangkah, jauh mata memandang ilmu itu semakin dalam dan semakin dalam. Tapi percayalah kagak rugi kuliah luarnegri karena njelimet ilmu dan pengalaman. hebat bro, go ahead, i support you with all your interesting topics.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: