Home > Common > Tentang kerja di Thailand

Tentang kerja di Thailand

Beberapa waktu lalu saya mendapat tugas ke Thailand oleh kantor saya di sini. Kami berangkat untuk menginspeksi beberapa komponen kompressor (bare compressor di buat di Jerman) sekaligus menutup beberapa outstandings.

Tentu hal yang ingin saya ketahui dari kunjungan tersebut adalah : apakah menyenangkan atau tidak untuk tinggal dan bekerja di sana. Seperti diketahui bahwa terdapat  beberapa opportunity (yang beredar di kalangan international head hunter) terutama di bidang oil and gas.

Industri Oil and gas banyak  terdapat di propinsi Chonburi (kotanya di Rayong atau di Sattahip) dan sekitarnya.

Secara biaya hidup, saya mendapatkan bahwa biaya hidup lebih murah dari Indonesia. Yang saya dengar hanya dengan 10 ribu Bath (setara 3 juta rupiah) anda mendapatkan service apartement, lengkap dengan internet 24 jam (ini data di Rayong).  Yang menjadi masalah – setidaknya menurut saya – adalah masalah makanan (karena orang Thai rata2 senang makan babi) adalah susah sekali mencari makanan halal dan masalah bahasa (sulit sekali memahami bahasa Inggris orang Thailand).

Khusus tentang suasana dan kehidupan masyarakat di Thailand, saya kira mereka sangat terbuka dan sopan, dan cenderung permissive dalam hal sex, khususnya untuk masyarakat di daerah Pattaya (yang cuma 1 jam dari Rayong). Kelihatannya mudah sekali orang bule untuk membeli rumah dan menetap disana (dan beristrikan orang Thai) karena banyak sekali perkampungan bule seperti ‘little german’ dan ‘little russia’ disana.

Categories: Common
  1. February 7, 2008 at 3:38 pm

    ayo buat “little Indonesia di sana” :p

  2. hon3sty
    March 6, 2008 at 1:25 pm

    Mmmh, Those issues are pretty common once you live abroad.

    susah cari makanan, terbentur bahasa, budaya…
    Tapi justru itu yang bikin hidup ini bewarna.
    Nikmati aja Kampung Melayu!
    @ dimasu: jangan donk!

    • Iraman riswandy
      October 7, 2010 at 2:49 am

      siapkan saja fisik dan mental,
      ragu” lebih baik kembali,

  3. March 26, 2008 at 1:20 pm

    # hon3sty: emang sih dalam banyak hal kita bisa menikmati keragaman. Open minded jadi kuncinya.
    Masalahnya, mungkin ada beberapa hal di tempat baru itu yg tidak sesuai dengan nilai-nilai yg kita pegang. Emang resikonya gitu🙂

    Orang jawa bilang: “desa mawa cara”

  4. April 20, 2008 at 6:24 am

    need info how make money with epc / earn perclick visit http://www.privurl.co.nr

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: