Archive

Archive for May, 2008

Peranan Project Engineer di EPC

May 24, 2008 7 comments

Di struktur organisasi project suatu perusahaan EPC kadang suka ada yang namanya posisi Project Engineer, biasanya satu orang untuk proyek kecil, dan banyak orang jika memang projectnya lumayan besar dan dapat dibagi bagi dalam area-area yang relatif independen.

Secara aplikatif, project engineer bisa bertanggung jawab secara keseluruhan plant (termasuk bagian dari PMT – Project Management Team) atau bertangung jawab untuk major package yang dianggap sangat penting dalam plant tersebut (biasanya disebut sebagai project / package engineer).

Pengalaman pertama saya sebagai project engineer dulu adalah bertanggung jawab untuk unit dehydration (mengurangi kadar air dalam sales gas) yang merupakan ‘jantung’ process dari stasiun pengumpul gas yang kami bangun.  Secara umum tugasnya adalah sebagai package engineer yang meliputi penentuan spec dan performance criteria (bekerja sama dengan discipline process) dan interface lainnya dengan semua discipline engineering lain. Meliputi juga technical bid evaluation sampai dengan performance dan testing (dilakukan di Edmonton Canada), sampai dengan pre-comm dan commissioning di site. Karena skema project dulu meliputi 1 tahun O&M, walhasil sekalipun project sudah selesai dan dry gas sudah dideliver saya kerap datang ke site (pedalaman sumatera selatan) untuk membantu owner trouble shooting.

 

Pengalaman saya yang lain sebagai project engineer adalah lebih sebagai assistant project manager (menangani issue yang berkaitan dengan kontrak dan beberapa item yang longest delivery) dan menjadi bagian dari Project Management Team. Khusus untuk penugasan seperti ini, job desc sangat loose sehingga sering ber’tabrakan’ dengan orang lain dan terus terang saya agak kurang ‘menikmatinya’. Sebenernya secara historis saya dipilih menjadi PE karena saya dulu yang bertindak sebagai proposal engineering manager sehingga dianggap paling ‘paham’ tentang kronologis contract dlsb.

Di tempat bekerja yang sekarang juga ada project engineer (senior level) yang menjadi atasan langsung saya saat ini. Posisinya lebih kepada Engineering Manager dan sebagai second man setelah Project Manager.

Kesimpulannya, posisi PE adalah posisi yang paling flexible dan yang job descnya paling gampang diubah-ubah he he he he

Categories: Other Issues

Harga BBM dan harga diri

May 23, 2008 1 comment

siang ini khotbah jum’atnya patut dicermati dan diresapkan, terutama menanggapi kenaikan BBM belakangan ini…

sementara kita sibuk berteriak-teriak penuh kekhawatiran dan selalu menghitung dampak kenaikan BBM, kenaikan harga beras, kenaikan uang sekolah dan lain-lainnya, pernah kah kita menghitung apakah harga diri kita di depan Allah SWT juga naik atau malah turun?

“kalau kita ingin tau seberapa nilai kita di dalam agama ini, kita harus mengevaluasi seberapa nilai agama ini dalam diri kita sendiri…”

 

Categories: islam

Menjadi client

May 22, 2008 3 comments

Sekitar 2 bulan ini saya menjalani fase baru dalam karir engineering saya dengan menjadi client dalam project development. Tugasnya mengawasi kontraktor dalam fase engineering dan installasi. Berhubung project ini adalah offshore maka installasi (dan pre-commissioning) akan dilakukan di yard dan kemudian akan di load out dan dibawa ke offshore-site untuk final commissioning.

Job title saya sedikit tidak nyambung dengan pekerjaan, karena disebut sebagai ‘offshore mechanical static engineer’ padahal pekerjaannya justru sedikit sekali berurusan dengan static, justru yang banyak rotating dan package. Akhirnya setelah bernegosiasi, title pun diubah menjadi ‘offshore mechanical engineer’. Mungkin masalah remeh, tapi saya agak malas kalo melihat ada jabatan sumbang (terinsipirasi dari definisi kalimat sumbang di pelajaran bahasa Indonesia di smp dulu he he) karena posisi saya di perusahaan sebelumnya adalah ‘rotating mechanical engineer’

Seru gak jadi client? Terus terang gak seseru jadi contractor atau consultant (PMC). Menjadi client berarti harus mensupervisi pekerjaan contractor, mengapprove, dan melakukan interface dengan pihak2 lain jika diperlukan. Karena posisinya mensupervisi naturenya menjadi ‘menunggu’ dan ‘menagih’, jauh banget dari karakter pekerjaan saya sebelumnya yang menjadi ‘inisiator’ dan ‘originator’.

Menjadi client memang berarti relatively lebih santai namun harus lebih bertanggung jawab secara keseluruhan – not partially – dan memiliki sense of belonging yang lebih tinggi (maklumlah namanya juga jadi owner). Dan juga harus punya future vision untuk operation dan maintenance lebih daripada kontraktor yang biasanya lebih fokus ke constructibility nya saja.

Scope pekerjaan sebenernya tidak terlalu berat (dibanding pada saat ngurusin refinery yang segede gajah), mechanical equipmentnya pun jauh lebih simple dan low duty, tapi karena beroperasi unmanned dan offshore maka banyak pertimbangan yang lebih rumit terutama dari sisi koordinasi dengan structural dan operation philisophy.

Kira-kira berapa lama saya tahan jadi client? let see as this is too early to decide… tapi yang pasti alignment dengan karir dan cita-cita harus terus dilakukan…

 

Categories: EPC and Migas