Home > EPC and Migas > Analisa: Top 25 Design Firms

Analisa: Top 25 Design Firms

Menarik sekali mencermati daftar perusahaan EPC di dunia yang disusun peringkatnya oleh ENR (updated yearly). Berikut analisa sekilas dari saya:

Cakupan services yang dicakup oleh daftar ini sangat luas. Jadi EPC yang terdaftar di sini juga terlibat dalam building / architectural, pharmaceutical bahkan sampai aerospace. Karena ENR basis nya di USA dimana semua industri berskala raksasa, tidak mengherankan jika pengklasifikasian yang digunakan sangat luas.

Peringkat 1, 2, 3 belum pernah beredar di Indonesia. URS dan Jacobs punya regional office di Singapore, tapi saya pribadi belum pernah mendengar kiprah signifikan mereka di oil and gas. Setau saya Jacobs punya andil dalam design Changi Airport, sementara URS Consulting Singapore lebih fokus ke geotechnical services. AECOM lebih banyak di infrastructure termasuk transportasi.

Fluor tentu semua ingat kiprahnya di cilacap dulu dan sekarang mereka sibuk join dengan Tripatra untuk services di Caltex Sumatera.  Isu yang saya dengar Fluor akan buka office gede di Singapore dan mulai mencari talenta engineer terbaik di indonesia.

Shaw grup setau saya saat ini banyak bekerjasama dengan grup Rekayasa Industri untuk beberapa project Geothermal mereka.  Bechtel masih belum tampil lagi di Indonesia setelah bubarnya Purna Bina Indonesia (PBI) mungkin masih sibuk dengan infrastructure di negeri-negeri perang seperti Irak dan lainnya.

Di Indonesia, KBR termasuk dianggap sukses dalam detail engineering LNG Tangguh dan konon kabarnya mereka akan ‘tenggelam’ dalam kesibukan project Ras Tanura dengan manhour engineering yang gila-gilaan (kalau tidak salah sekitar 2 juta m/h). Oya, sejak tahun lalu mereka tidak lagi berada di bawah grup Halliburton.

Foster Wheeler saat ini sibuk dengan Petronas Malaysia untuk beberapa revamp project dan kabarnya banyak talenta engineer Indonesia yang tengah bekerja di sana dengan rate yang sempat ditengarai salah satu tertinggi di region ini. Isu terakhir adalah mereka tertarik di project2 pharmaceutical di tanah air tapi masih belum terdengar kabar beritanya.

Pembaca tentu sudah tau AMEC ada office di jakarta, namun berita terakhir di kalangan professional engineer bahwa join company AMEC-MMC sangat perlu banyak orang untuk office mereka di KL untuk eksekusi (salah satunya) giant project Shell Malampaya Philipina.

Black and Veatch di Indonesia masih sibuk dengan project2 pembangkit dan water-based project, meski dulu pernah terdengar akan berpartisipasi dalam LNG Mini Scale di tanah air. Worley Parsons Indonesia juga sedang sibuk  untuk project2 well head platform untuk beberapa KPS di tanah air.

Demikian analisa sekilas dari saya.

Dear readers, please update…

Categories: EPC and Migas
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: