Home > Other Issues > Project Raksasa di Bontang

Project Raksasa di Bontang

Setelah sekian lama terdengar ‘hiruk pikuk’ PT Badak LNG untuk membangun project baru berbasis petrochemical (ethylene) tidak terdengar lagi, akhirnya di kawasan kaya gas alam Bontang, rencananya akan ada project besar untuk ammonium nitrate (bahan peledak).

Project ber budget lebih dari USD 500 juta ini tentu menjadi incaran banyak para EPC player… Berita detailnya (source: okezone.com):

=======================================================

PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), anak perusahaan Orica Australia Pty Ltd (Orica), akan menuntaskan pembangunan pabrik bahan peledak senilai USD300 juta. Bangunan ini akan dibangun di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur. Selama dua tahun, KNI akan menyelesaikan beberapa masalah seperti penyediaan tanah seluas 10 hektare. “Selain itu, proses izin resmi dari Dephan selalu ada tahapan prosesnya. Dephan hanya mau mengeluarkan izin kalau segala sesuatunya sudah siap,” ujar Direktur Utama KNI Antung Pandoyo, di Jakarta, Selasa (4/3/2008). Antung menjelaskan, kelanjutan proyek tersebut berlangsung setelah perseroan berhasil memeproleh izin resmi dari Departemen Pertahanan.
Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan pabrik bahan peledak terbesar se-Asia Tenggara itu akan dimulai pada akhir kuartal ketiga tahun ini. Nilai investasi yang direncanakan pada 2006 hanya USD200 juta kini membengkak menjadi USD300 juta.
Dia mengungkapkan, tim antar departemen (interdep) untuk pengawasan bahan peledak komersial akhir Februari lalu telah meninjau kesiapan KNI untuk membangun pabrik amonium nitrat di Lok Tuan, Bontang, Kalimantan Timur.
Tim yang beranggotakan antara lain unsur Polri, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Perindustrian, Bea Cukai dan Kementrian Lingkungan Hidup, ujarnya, dibentuk berdasarkan Keputusan Menhan untuk mengawasi produksi dan peredaran kelompok bahan baku peledak komersial.
“Penyiapan dan pematangan lahan sedang dilaksanakan PT Rekayasa Industri,” ungkapnya.bDirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsda TNI Eris Herryanto menyatakan, Dephan telah mendukung berdirinya pabrik bahan peledak di Indonesia yang kini sedang ditangani PT KNI.
“Mengingat besarnya impor bahan baku amonium nitrat dan besarnya devisa yang terpakai untuk mengimpor bahan tersebut, maka sangat krusial menghadirkan pabrik bahan peledak di KIE karena bahan baku berupa amonia tersedia dalam jumlah yang berlimpah,” kata Eris, dalam keterangan resminya. Pabrik tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sekitar 300 ribu ton amonium nitrat per tahun atau 1.000 ton amonium nitrat per hari untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri yang saat ini hanya dapat dipenuhi dari lokal sekitar 30.000 ton per tahun.
Saat ini, jelas Antung, basic design sedang dilaksanakan oleh perusahaan Jerman, Uhde. Peralatan utama seperti mesin proses memerlukan pemesanan jangka panjang sekitar 26 bulan yang saat ini sedang dikerjakan oleh pabrik MAN Turbo asal Jerman. “Terkait studi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sudah diselesaikan KNI dan telah memperoleh persetujuan dari Gubernur Kaltim,” tandas Antung

Categories: Other Issues
  1. Tukang Insinyur
    October 20, 2008 at 7:25 am

    Project ORICA ya??…
    Kabarnya sih bakalan diumumin pemenang tendernya tanggal 18 November 2008 ini…
    MAntabh juga nilai project tersebut…
    KAbarnya juga 3 raksasa EPC lokal Indonesia: IKPT, Tripatra, dan Rekin ikut bidding…
    Kabarnya juga itu closed bid bukan open bid…
    Jangan2 nanti kontraktor lokal cuman kebagian buat regulasi aja..tiba2 setelah diumumkan muncul kontraktor Australia di situ…sial, kita selalu sebagai sapi perah terus menerus di negeri sendiri…

    Bagaimana kalo 3 kontraktor ini merger saja…biar dapet ketiga2nya…huehuehuehue…

  2. centong
    December 16, 2008 at 3:20 am

    sampe sekarang belom ada berita siapa yg menang nih..hehehe padahal saya udah capek ikut nyiapin tender orica nich heheheh…..

  3. February 17, 2009 at 5:07 am

    Untuk info lebihnya saya bisa dapet di mana ya? dan untuk pemenag tender nya kalo udah ada, saya bisa minta data dan infonya ga ya? terima kasih banyak atas bantuannya.
    Salam Kenal..😀

  4. rethman siahaan
    June 5, 2011 at 1:56 pm

    gmana caranya bsa bergabung dgn perusahaan kni? dan buat lamarannya di krm kemana…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: