Home > EPC and Migas > More on offshore’s contractor

More on offshore’s contractor

secara umum sebenernya onshore dan offshore EPC contractor tidak terlalu berbeda namun pada pelaksanaannya masing2 EPC company ini memilih untuk mendalami salah satunya (onshore atau offshore saja). sangat jarang yang mau full exposure/terjun di keduanya (half exposure mungkin masih bisa – nanti kita bahas).

onshore:

di dunia onshore, jika full package diambil biasanya menjadi EPCC (engineering-procurement-construction-commissioning). pada umumnya, commissioning juga meliputi start-up dan performance test. yang menarik di onshore sepertinya sangat common kalau start-up dan performance test dikerjakan oleh contractor (bukan oleh owner).

di dunia onshore, istilah yang umum adalah precommissioning dilakukan pada masa konstruksi (dipimpin oleh construction manager) sampai tercapainya mechanical completion date (MCD). commissioning/start-up dilakukan oleh tim yang berbeda (dipimpin oleh commissioning manager).

offshore:

biasanya packagenya menjadi EPCIC (engineering, procurement, construction, installation, commissioning). installation maksudnya adalah tahapan pemasangan jacket dan topside di laut (tentunya setelah ditowing). sementara biasanya commissioning itu lengkapnya disebut sebagai HUC (hook-up-commissioning). start-up dan performance test biasanya dilakukan sendiri oleh owner dengan bantuan contractor yang menyediakan labour/tools/procedures.

mungkin saya bisa sampaikan urutan2 di offshore yang slightly differ from what we usually find in onshore:

marine-transportation5

1. engineering dan procurement dilakukan di design office contractor

2. construction (perakitan module/platform) dilakukan di fabrication yard yang juga dimiliki oleh offshore contractor ini (perhatikan bahwa onshore contractor tidak perlu memiliki yard karena kegiatan konstruksi langsung dilaksanakan di project site)

3. precommissioning dan onshore commissioning dilakukan di fabrication yard. ingat bahwa pada saat commissioning ini belum ada hydrocarbon introduction alias belum ada oil/gas yang digunakan

4. dilakukan sea fastening (pengelasan terhadap bagian2 yang diduga akan bergerak saat module atau platform ditarik ke laut).

5. dilakukan load-out, yaitu pemindahan module / platform dari onshore yard ke barge (kapal) yang siap menariknya ke site (offshore). pada proses ini biasanya asuransi mulai terlibat dan biasanya disebut (marine warranty surveyor)

6. dilakukan towing (penarikan) ke tempat pemasangan. beberapa barge akan mulai dikerahkan seperti material barge dan derrick barge

7. dilakukan instalasi / pemasangan. jacket (kaki2) harus dipasang sebelum topside module. derrick barge harus bisa bermanuver dengan baik pada saat pemasangan ini

8. dilakukan un-sea fastening dilanjutkan dengan hook-up (pemasangan loose supply seperti exhaust stack, flare boom) dan juga koneksi tie-in dengan riser pipeline dan riser drilling.

9. commissioning offshore dilakukan (seperti check remote control, chemical filling, packing installation) sampai diterbitkannya mechanical completion date (MCD)

10. terbitnya MCD menandai serah terima sementara (provisional acceptance) dari kontraktor ke owner karena mulai saat itulah (start-up dan performance test) seluruh kegiatan akan dipimping langsung oleh owner

demikian sekilas typical sequences dan description dari offshore contractor…

Categories: EPC and Migas
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: