Archive

Archive for November, 2009

NOC (National Oil Company) is on the rise

November 29, 2009 1 comment

PIW (Petroleum Intelligence Weekly) mengeluarkan publikasi 2009 tentang peringkat Oil and Gas company di dunia.

PIW mereview berdasarkan data-data operasional selama tahun 2007.

Terlihat bahwa NOC (National Oil Company) seperti Aramco, NIOC, Petronas, Pertamina sedang menanjak as comparable to IOC (International Oil Company) seperti Hess, Shell, Anadarko dlsb.

Khusus untuk Pertamina (rank 30), jika saja akuisisi BP West Java oleh Pertamina Hulu Energi mid 2009 ini dimasukkan sebagai pertimbangan, apakah peringkatnya akan melewati Petronas (rank 17)?

Kita tunggu tahun depan

1 Saudi Aramco Saudi Arabia
2 NIOC Iran
3 Exxon Mobil US
4 PDV Venezuela
5 CNPC China
6 BP UK
7 Shell UK/Netherlands
8 ConocoPhillips US
9 Chevron US
10 Total France
11 Pemex Mexico
12 Sonatrach Algeria
13 Gazprom Russia
14 KPC Kuwait
15 Petrobras Brazil
16 Rosneft Russia
17 Petronas Malaysia
18 Adnoc UAE
18 Lukoil Russia
20 NNPC Nigeria
21 Eni Italy
22 QP Qatar
23 Libya NOC Libya
24 INOC† Iraq
25 Sinopec China
26 StatoilHydro Norway
27 EGPC Egypt
28 Repsol YPF Spain
29 Surgutneftegas Russia
30 Pertamina Indonesia
31 ONGC India
32 Marathon US
32 PDO Oman
34 EnCana Canada
34 Uzbekneftegas Uzbekistan
36 Socar Azerbaijan
37 SPC Syria
38 Ecopetrol Colombia
39 Apache US
39 CNR Canada
41 Anadarko US
42 Devon Energy US
43 TNK-BP‡ Russia
44 OMV Austria
45 Hess US
46 Occidental US
47 BG UK
48 CNOOC China
49 Inpex Japan
50 Kazmunaigas Kazakhstan
Categories: EPC and Migas

PHE menuju perusahaan kelas dunia…

November 22, 2009 Leave a comment

(dari milis migas / petromindo)

Interview: PHE seeks to become world-class firm

The following are the excerpts of the interview with Dwi Martono, International Venture Director of Pertamina Hulu Energi (PHE) by Petromindo.com’s reporter Bernard Lubis. The interview was held on Nov. 10, 2009

Question: We want to know PHE’s strategy of business development. PHE has made three acquisitions over the past one year. What is PHE’s strategy for growth in the future?

Answer: With regards to portfolio policy, it is up to Persero (PHE’s parent company PT Pertamina Persero) to decide. As the strategic operational arm of Pertamina, PHE handles the operation and manages the assets acquired by the Persero. With regards to expansion plan, it has been clearly stated by the Persero. We want to become a world-class oil and gas firm by 2023. There are many standards used to classify an oil company as a world-class one. In Iraq for example, a company must produce a minimum of 250,000 bpd to be categorized a world-class company. Only companies with such a production level are allowed to become an operator in Iraq.

How much oil you are now producing?
Ranging from 47,000 to 50,000 bpd

Gas?
350 mmscfd

PHE’s production target on the short term?
Until 2013, our production target is 210 mmboe

Now?
Between 106 and 110 mmboe

Read more…

Categories: EPC and Migas

mau jadi kontraktor atau jadi client?…

November 14, 2009 Leave a comment

sudah beberapa tahun saya tidak bekerja lagi menjadi kontraktor EPC. setelah bekerja di salah satu big-three EPC di Indonesia, saya sempat bekerja menjadi PMC (project management consultant). memang PMC juga bagian dari pekerjaan EPC, tapi lebih fokus ke project management. selepas dari sana, saya ‘akhirnya’ menjadi client di salah satu oil and gas company.
ya, saya sebut akhirnya. jika anda bertanya ke 10 engineer di perusahaan /kantor EPC, mungkin 7 orang akan menjawab bahwa cita-cita mereka adalah menjadi client, yang – dimata contractor- lebih bergengsi dan terjamin (am I right, guys?)

mungkin ada benarnya juga kesan tsb (gengsi dan terjamin), namun disisi lain, khususnya di sisi dinamika dan tantangan pekerjaan, saya harus mengakui bahwa dunia EPC jauh lebih ‘thrilling’.

saat anda menjadi client, khususnya menjadi PMT (project management team) member, anda akan terlibat dalam ‘management of contractor’. anda akan diminta untuk menangani teknis dan non teknis dalam interfacing dengan kontraktor anda, baik kontraktor services (jasa seperti halnya PMC) maupun kontraktor turn key (seperti halnya full package EPC). interfacing disini lebih tertuju kepada skedul dan cost. disisi kualitas, secara umum menjaga agar tidak lari dari spesifikasi dan persyaratan. anda tidak akan terjun 100% ke dalam detail teknis, anda hanya menjaga garis besar sesuai dan mengkompromikan / trade-off jika terdapat hal-hal yang harus diterima dalam batas-batas toleransi jika skedul dan cost menjadi hambatan utama.

jika anda menjadi EPC contractor, anda memang akan bekerja dalam tense yang tinggi (apalagi project lump-sum). anda juga berpacu dalam waktu dan budget untuk bisa memberikan kualitas yang sesuai dengan penawaran anda sebelumnya. jika kualitas berlebih (tapi project on shedule dan on budget) anda akan puas secara teknis dan akan memberikan citra positif ke pada client. jika kualitas jauh dibawah (meski masih didalam batas toleransi), sekalipun on schedule dan on budget, citra kemampuan engineering-an anda akan jatuh di mata client. hal ini, tentunya akan mengurangi kredibilitas kita sebagai engineer.

dengan kata lain: thrill dan adrenalin di dunia EPC biasanya dipacu ketika kita ingin menunjukkan hal yang terbaik dari sisi teknis dan disaat bersamaan menyadari bahwa skedul dan biaya terbatas…

Categories: EPC and Migas

Ready spread your wings

November 8, 2009 Leave a comment

Days may come and days may go,
Funny how the children grow so fast
Nothing can last,
Always try, and try we will,
Nothing ever standing still for long,
Is it all wrong?

Time, tell me where you’ve flown,
Wind where have you blown,
Taking us along,
And changing as you go,
Everything we know,
Like the rivers flow,
What have we to show.

Ready to spread your wings and fly away,
It doesn’t seem right somehow,
I know you’re older now,
And why do we need tomorrow here today?
Haven’t the years been kind,
Did we get left behind

20060826_183720-v Read more…

Categories: Common

Project NGL Pertagas

November 7, 2009 3 comments

hari senin besok (9 November) dipastikan jadwal submission tender untuk project NGL Sumatera Selatan yang dimiliki oleh Pertagas-E1. project ini cukup breakthrough karena akan mensuply kebutuhan gas Pusri.

berikut detailnya dari http://www.samsungtugu.com

JAKARTA,29 July 2009: Empat konsorsium perusahaan bersaing mendapatkan proyek konstruksi pembangunan kilang natural gas liquefaction (NGL) Pertagas E1.

Kilang berkapasitas 250 juta kaki kubik per hari milik konsorsium Pertagas E1 di Sumatra Selatan itu bernilai US$192 juta.

images

(ilustrasi: NGL Port Said Plant di Mesir)

Read more…

Categories: EPC and Migas

Tripatra kebanjiran Project?

November 7, 2009 7 comments

“Tripatra sedang kebanjiran Project” begitu kira-kira beberapa sms yang masuk kami. ya, sepantauan kami Tripatra baru saja menjadi lowest bidder untuk beberapa project ‘kelas berat’. Mereka juga disibukkan project yang sempat ‘mati suri’ dan kemudian bangkit lagi.

Daftar yang kami dapat antara lain: Program Management Services dari Chevron Pacific Indonesia selama 5 tahun yang katanya berkisar diatas 400 juta USD (ini mungkin kelanjutan dari dengan Flexible Program Management Services yang pernah dimenangi Tripatra-Fluor beberapa tahun lalu). Setau saya salah satu kompetitornya adalah konsorsium Rekayasa Industri – Worley Parsons Indonesia.

tripatra

Project lain dimana Tripatra menjadi lowest bidder adalah Chevron (lagi-lagi) Gunung Salak, lalu di Adaro Project (mining) dan juga di PLTU Tonasa.

Sedangkan project yang dihidupkan kembali setelah sempat ‘mati-suri’ adalah JOB Pertamina-Hess Jambi Merang (yang terletak di pelosok Sungai Kenawang dan Pulau Gading).

Mari kita lihat apakah Tripatra berhasil di award (karena sudah lowest bidder) atau masih ada putaran berikutnya (retender misalnya?).

Kasus retender yang sempat ramai dibicarakan adalah re-tendernya Project Pengembangan Gas Jawa Timur (PPGJ) yang sempat di’menangi’ (maksudnya jadi lowest bidder) oleh Rekayasa Industri.

Buat yang belum tahu, Tripatra dimilika oleh Indika Energy. Indika yang berdiri pada 2002 adalah perusahaan induk investasi swasta dengan kepemilikan saham 46% pada PT Kideco Jaya Agung, perusahaan tambang batubara ketiga terbesar di Indonesia. Indika memiliki 100% saham pada Group Tripatra yang terdiri dari PT Tripatra Engineers and Constructors dan PT Tripatra Engineering di bidang EPC dan O&M di Indonesia.

Apapun yang terjadi, maju terus EPC Indonesia!

Categories: EPC and Migas

Proyek Deepwater Chevron

November 5, 2009 3 comments

dari berita yang saya dapat, Chevron Pasific Indonesia masih berketetapan untuk maju terus dengan Deepwater 2500 kaki di Selat Makasar. Kegiatan yang sangat menantang ini (banyak yang berfikir ngapain repot-repot 2500 kaki, toh yang shallow water juga masih banyak) akan dimulai dengan FEED dilanjutkan dengan FID (Final Investment Decision). FID itu barangkali setara dengan FEL2 (Front End Loading 2) yang biasa dikenal oleh banyak Oil company.

Kalau tidak salah akan ada 2 paket FEED, FEED FPU (Floating Production Unit) dan FEED IDD (Indonesia Deepwater Development).

Proyek ini akan meliputi Lapangan Gandang, unitisasi Lapangan Gendalo, unitisasi Lapangan Maha di Blok Ganal dan Lapangan Ranggas, serta unitisasi Lapangan Gehem di Blok Rapak. Pengembangan proyek gas laut dalam CPI itu diperkirakan akan menghabiskan dana US$ 7 miliar sampai US$ 8,5 miliar.

chevron-ganal-rapak-psc2 Read more…

Categories: EPC and Migas