Home > EPC and Migas > Project NGL Pertagas

Project NGL Pertagas

hari senin besok (9 November) dipastikan jadwal submission tender untuk project NGL Sumatera Selatan yang dimiliki oleh Pertagas-E1. project ini cukup breakthrough karena akan mensuply kebutuhan gas Pusri.

berikut detailnya dari http://www.samsungtugu.com

JAKARTA,29 July 2009: Empat konsorsium perusahaan bersaing mendapatkan proyek konstruksi pembangunan kilang natural gas liquefaction (NGL) Pertagas E1.

Kilang berkapasitas 250 juta kaki kubik per hari milik konsorsium Pertagas E1 di Sumatra Selatan itu bernilai US$192 juta.

images

(ilustrasi: NGL Port Said Plant di Mesir)

Pertagas E1 merupakan perusahaan patungan antara PT Pertamina Gas dan E1 Corp asal Korea Selatan. Kepemilikan saham atas perusahaan yang penandatanganan kesepakatannya dilakukan pada 2007 di Seoul itu adalah 56%:34%, sedangkan 10% sisanya dimiliki perusahaan daerah Pemprov Sumatra Selatan.

Harjana Kodiyat, Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pertagas, mengemukakan perusahaan patungan itu telah menyelesaikan proses PQ atau prakualifikasi tender. Dari hasil PQ tersebut, tuturnya, terdapat empat konsorsium perusahaan yang dinyatakan layak, yaitu PT Tripatra Engineering, PT Rekayasa Industri, IKPT, dan STX Corporation.

“Tri Patra maju sendiri sedangkan yang lainnya menggandeng mitra. Ada beberapa perusahaan yang menjadi mitra, yaitu Sempec, Hyundai, dan Samsung. Tapi siapa berpasangan dengan siapa saya lupa,” tuturnya kemarin.

Harjana mengatakan pada pekan kedua Agustus, keempat perusahaan itu mulai memberikan penawaran. Kilang itu ditargetkan beroperasi mulai 2012.

Profil proyek NGL Pertagas
Lokasi: Prabumulih Barat
Pasokan gas: 250 MMscfd
Produksi: – Excess propana 150 ton per hari
– Kondensat 2.157 barel per hari
– Mix elpiji 546 ton per hari
Estimasi biaya: US$192 juta
IRR Proyek: 17%
NPV proyek (untuk 15 tahun): US$43 juta
Mulai produksi: 2012
Pemilik: Pertagas 56%
E1 Corporation 34%
Perusda Pemprov Sumsel 10%

Sumber: PT Pertagas, 2009

Harjana menambahkan proyek NGL yang akan berlokasi di Prabumulih tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekitar US$192 juta, dengan US$110,9 juta di antaranya menjadi kewajiban Pertagas yang akan disokong oleh pendanaan perusahaan induk, PT Pertamina (Persero). Biaya investasi proyek dengan tingkat internal rate of return (IRR) 17% itu lebih tinggi dari perkiraan semula sebesar US$154 juta.

“Tapi ini masih menunggu hasil FEED [front end engineering design] yang dilakukan IBC [Energy] akhir bulan ini. Konsep pendanaannya diubah, dulunya 70% dari pinjaman dan 30% modal, sekarang untuk Pertagas akan diperoleh dari Pertamina,” katanya.


Categories: EPC and Migas
  1. tukang listrik
    December 21, 2009 at 8:22 am

    Selamat utk Tripatra yg memenangkan tender ini.

    salam.

  2. January 17, 2010 at 11:41 pm

    Semoga mendatang pemberdayaan SDA kita bisa 100% dikelola oleh bangsa kita sendiri dan juga pembiayaan 100% dari modal nasional. Hal ini untuk melepaskan ketergantungan kita pada pihak asing dan untuk memanfaatkan sebesar2 untuk rakyat kekayaan alam kita. Selain itu untuk memajukan IPTEK (kita dah mampu kok) dan bukankah profitnya juga bisa maksimal dinikmati bangsa kita?
    wallahualam.
    almek4711@gmail.com

  1. December 16, 2009 at 3:14 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: