Home > EPC and Migas > Burnt money in finding energy: normal risk?

Burnt money in finding energy: normal risk?

berita ini cukup lama, tapi masih menggelitik bagaimana suatu giant oil company memutuskan untuk huge cost exposure yang akhirnya hanya menemukan dry well. memang itu sudah resiko dan juga dalam rangka menunaikan komitmen ke BP Migas, tapi tetap saja uang terbakar tersebut akan di’bayar’ oleh rakyat Indonesia melalui mekanisme cost recovery.

dari Sunandar PS-PME Indonesia (www.pme-indonesia.com)

Bor 2 Sumur di Makasar, Exxon Habiskan US$200 Juta

JAKARTA – PT Exxon Mobil Indonesia telah menghabiskan investasi sekitar US$200 juta untuk pemboran dua sumur eksplorasi di lapangan laut dalam Makassar Strait. Namun, sampai saat ini masih belum ditemukan cadangan minyaknya.

“Kami telah membor masing-masing satu sumur eksplorasi di blok Surumana dan Mandar, lapangan Makassar strait. Adapun investasi satu sumur eksplorasi masing-masing US$100 juta,” Kata Presiden Direktur PT Exxon Mobil Indonesia, Tery Mcphail di Jakarta, Selasa (1/12) malam.
Tery menambahkan total investasi tersebut masih belum diperhitungan dalam cost recovery.


“Itu adalah risiko bisnis yang harus ditanggung perusahaan migas. Apabila nantinya tidak menemukan cadangan yang efisien untuk mengimbangi biaya eksplorasi, semuanya risiko perusahaan,” jelasnya.
Selain melakukan upaya eksplorasi di Makassar, Exxon juga memiliki lapangan laut dalam (offshore) di Irian Jaya. Namun, belum dilakukan eksplorasi.

Sementara lanjutnya, lapangan minyak dan gas Exxon yang sekarang masih dalam taraf produksi awal adalah lapangan minyak Cepu yang berpartner dengan PT Pertamina (Persero).
“Kami berharap ketiga lapangan baru tersebut nantinya akan membantu produksi migas Exxon secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan mengingat lapangan Exxon yang ada di Sumatera, Lapangan Arun terus menurun produksinya,” jelasnya.
Sementara untuk cadangan migas di lapangan Arun, saat ini sudah sampai 98%. Tiap tahunnya pasti terjadi decline produksi sebesar 15%. Makanya Exxon berusaha agar cost recovery juga dipotong sebesar 15%.

“Operasi kami di Aceh, sudah sampai 98% dari original gas di dalamnya. Tugas kami bagaimana secara efisiensi mengambil cadangan yang tersisa,” tandasnya.
Tetapi turunnya pencapaian produksi migas lapangan Arun, yang mana karena faktor umur lapangan yang sudah tua tidak akan mengurangi kemauan Exxon untuk tetap berinvestasi di Indonesia. (PME-01/SGT)

Categories: EPC and Migas
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: