Home > Other Issues > menanti DME Plant di Indonesia

menanti DME Plant di Indonesia

sejauh ini setau saya belum pernah ada DME Plant di Indonesia. pertengahan tahun lalu sempat dikabarkan bahwa PT Pertamina dan PT Arrtu Mega Energie akan berkolaborasi untuk membangun DME Plant di daerah seputaran Eretan, Indramayu, Jawa Barat. berita yang saya dengar, akhirnya Arrtu Mega Energie jalan sendiri dan saat ini sedang menggarap fase engineeringnya bersama Lurgi, Jerman.

DME sendiri cukup menarik sebagai alternatif LPG. beberapa negara sudah memulainya seperti Jepang dan Australia.

aplikasinya di Indonesia? mari kita tunggu perkembangan dari project Arrtu Mega Energie ini yang diwartakan akan berkapasitas 2 x 400ribu TPA (ton-per-annum).

tentunya ini menjadi peluang menarik para EPC company untuk mulai mendalami teknologinya dan siap menyambut peluang-peluang project EPC DME Plant dimasa mendatang.

ilustrasi proses DME dapat diintip disini

berita lain tentang DME dari pme-indonesia.com seperti berikut…

Achmad Sofyan-PME Indonesia

JAKARTA-Terkait dengan rencana pemanfaatan Dimethyl Ether (DME) sebagai bagian dari pelaksanaan diversifisikasi energi dengan memanfaatkan berbagai sumber energi yang tersedia, Ditjen Migas akan segera menyusun buku putih mengenai DME.

Buku putih tersebut, menurut Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H. Legowo, Selasa (5/1), berisi pelbagai hal mengenai DME, termasuk hasil penelitian yang dilakukan Lemigas dan PT Pertamina.

“Buku putih ini berisi banyak hal mengenai DME, mulai dari proses di hulu, karakteristik dan kinerja DME sebagai campuran LPG untuk bahan bakar kompor rumah tangga. Buku ini merupakan bahan usulan dari Menteri ESDM ke pemerintah untuk dibahas lebih lanjut,” kata Evita seperti dikutip situs ESDM.

DME adalah senyawa organik dengan rumus kimia CH3OCH3 yang dapat dihasilkan dari pengolahan gas bumi, batu bara dan sumber-sumber lain yang pemanfaatannya untuk bahan bakar. Sejumlah negara yang telah memanfaatkan DME sebagai bahan bakar adalah China dan Jepang.

Untuk Indonesia, diusulkan pemanfaatan DME sebagai blending dan subsitusi LPG sehingga dapat mengurangi impor LPG. Bahan baku DME yang potensial untuk dimanfaatkan adalah batu bara. Berdasarkan Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025, cadangan batu bara tercatat 19,3 miliar ton yang dapat dimanfaatkan hingga 147 tahun. (PME-01/SGT)

Categories: Other Issues
  1. Tukang Listrik
    January 11, 2010 at 12:56 am

    Sebelumnya ingin mengucapkan selamat untuk bos kampungmelayu atas tampilan barunya di blog ini.🙂

    Ngomong-ngomong tentang DME, ini teknologi baru di bidang refinery ya. Bisa nambah pengalaman utk EPC-EPC lokal kalo bisa menangin project ini.

    Salam,

    ETAP Engineer

  2. January 18, 2010 at 12:09 am

    Ayo, kita kembangkan DME dengan kemampuan kita sendiri.100%

  3. February 14, 2010 at 5:15 am

    Potensi DME sangat besar di Indonesia, bisa untuk pengganti LPG (lebih aman, karena tidak perlu disimpan dalam tabungtebal kaya LPG).

    Bisa juga sebagai additive atau pengganti diesel. Bilangan Cetane nya tinggi dan yang jelas bebas sulfur, dibanding regular diesel fuel.

    Potensi bahan baku DME cukup besar, apalagi bila menggunakan batu bara, yang cadangannya masih besar di indonesi. Degan proses gasifikasi bisa didapatkan methanol, DME dan banyak chemical lainnya.
    Kalau dari gas, lebih baik bila menggunakan teknolgi direct conversion from Syngas to DME, seperti yang dipunyai Toyo Japan. kalau Lurgi,pasti lewat Methanol route dulu, seperti plant Lurgi di Bunyu dan Kaltim Methanol Industri

    • rudy
      March 1, 2010 at 5:08 am

      Pak Ananto,

      apakah ada literatur untuk proses Syngas to DME ?

      Terima kasih
      Rudy

      • March 15, 2011 at 1:58 am

        kl punya literaturnya boleh minta kah..

        trims
        Adien

  4. rudy
    March 1, 2010 at 4:57 am

    PT. Bumi Tangerang Gas Industy di Cikande memproduksi DME untuk gas pendorong dari bahan Methanol.

    Perusahaan ini sudah berdiri sejak lebih dari 8 tahun lalu

  5. Ahmad Nurul Huda
    March 11, 2010 at 3:36 am

    Maaf sy masih awam dengan DME, namun kalau boleh bertanya harga DME per Kg nya berapa ??? apakah se efektif / equal dengan per kg LPG, trims berat atas jawabannya

    • Suprapto Soemardan
      August 22, 2010 at 10:00 am

      Pak Nurul Huda,
      Sesuai dengan kondisi umumnya di berbagai negara yang telah menggunakan DME, harga DME lebih murah daripada LPG sekitar 75%-80% dari harga LPG. Jadi kalau harga LPG sekarang ini sekitar 700$/ton, maka harga DME sekitar 525-560 $/ton.

  6. March 15, 2011 at 1:56 am

    Di indonesia sudah adakah DME plant saat ini?
    ada yg tau gak kl mo sharing DME kemana?
    buta DME negh tp mo tau DME heheheeehee
    thx teman2 yagh

    • yudhet
      June 1, 2011 at 6:25 am

      diindonesia sudah ada pabrik DME yakni PT Bumi Tangerang Gas Industry. pabriknya dikawasan industry modern cikande. sampai skrg produksinya msh berjalan kok

  7. Seung Ri
    July 5, 2011 at 5:57 am

    ada ga data impor DME tahun 2005-2010?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: