Home > EPC and Migas > Offshore Visit

Offshore Visit

di tulisan kali ini saya ingin share tentang pelaksanaan kunjungan ke offshore site. buat rekan rekan yang biasa di onshore, mungkin akan terlihat bahwa kunjungan offshore memerlukan beberapa hal yang cukup ribet (dan kadang sedikit menakutkan) untuk dilakukan.

secara umum, setiap staff yang berangkat ke offshore harus dinyatakan fit secara resmi oleh dokter dan mengantongi sertifikat medical check up. juga harus pernah mengikuti training Sea Survival (latihannya biasanya diminta terjun dari ketinggian 4 meter dan membalikkan life raft dengan baju lengkap). keseluruhan medical fit record dan stamp sea survival itu harus direcord di HSE passport (harus dimiliki semua staff) yang diverifikasi sebelum berangkat.

jika kunjungan regular, biasanya oil company akan memberangkatkan dengan boat, tapi jika urgent chopper juga akan dipilih untuk mengangkut staff dari base ke offshore platform.

jika berangkat dengan boat, master (nakhoda) akan memantau terlebih dulu ketinggian ombak (tide), jika terlalu tinggi biasanya akan ditunda. secara umum ketinggian ombak di atas 2 meter dianggap sudah beresiko.

dalam konteks berangkat dengan boat, setelah tiba staff harus ditransfer dari boat ke platform. karena boat tidak bisa merapat, ada beberapa metode yang dipilih.

salah satu metode yang cukup populer adalah metode frog personnel transfer. pada cara ini, personel diminta duduk saling membelakangi dalam wahana berbentuk bulat yang diletakkan di deck boat. tentunya semua staff harus menggunakan life vest dan safety belt sebelum frog diangkat dengan crane. setelah tiba di platform deck, crane akan dilepas dan personnel bisa turun dari frog dengan selamat. berikut foto frog transfer (www.reflexmarine.com):

metode lain adalah dengan personnel basket yang relatif lebih ‘menakutkan’ daripada sistem frog. dengan basket, personnel diminta berpegangan yang erat kepada jaring pengaman dan kemudian diangkat dengan crane. gambar seperti berikut.

setelah tiba, personnel diharuskan mengikuti safety induction dan selalu mengenakan PPE yang sesuai jika sedang bekerja. jika sedang break dan meeting (dimana PPE tidak digunakan), personnel harus memastikan bahwa posisi alat pengaman (life raft, life vest dlsb) bisa dijangkau dan segera digunakan jika terjadi keadaan darurat

Categories: EPC and Migas
  1. tukang listrik
    February 22, 2010 at 2:37 am

    Terimakasih atas infonya yg bermanfaat. Maklum, belum pernah ke offshore.
    Ini di plant mana ya?

  2. July 15, 2010 at 3:12 am

    Nice Blog Info

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: