Home > EPC and Migas > LNG Receiving Terminal

LNG Receiving Terminal

akhir-akhir ini mulai ramai lagi diberitakan tentang rencana konsorsium Pertamina dan PGN membangun LNG Receiving Terminal di Jawa Barat. berita lengkapnya dibawah.

yang patut dicermati bahwa pada sekitar tahun 2006-2007, PLN pernah membuka tender serupa(LNG Receiving Terminal Regasification Facilities – LNG RTRF) untuk daerah Bojonegara dimana seingat saya beberapa EPC company sudah ditetapkan sebagai lowest bidder.

(gambar diambil dari lngpedia.com)

seingat saya dulu, tender EPCnya sudah cukup serius berjalan dan ada beberapa paket (paket LNG tank, paket LNG receiving process area dan paket jetty/loading facilities) .

dari info yang saya dapat, lowest bidder paket LNG tank saat itu adalah Konsorsium Kawasaki Heavy Industry dan Marubeni Corp, lowest bidder untuk jetty adalah SAC Nusantara sementara untuk process regasification plant adalah IKPT (join dengan Tractebel Belgium kalo gak salah).

hanya saja (dari berita yang beredar pada tahun 2007 itu), PLN ‘menunda’ penunjukan pemenang semua paket tanpa kepastian yang jelas.

mudah-mudahan rencana tender LNG Receiving 2010 yang kali ini dilakukan konsorsium PGN-Pertamina dan PLN bertindak sebagai offtaker akan jauh lebih lancar daripada tender yang dulu dilakukan PLN. setidaknya EPC stage nya harus dilaksanakan begitu lowest bidder (winner) ditunjuk.

para kandidat lowest bidder tahun 2007 itu mudah-mudahan masih tertarik untuk berpartisipasi dan meramaikan peta persaingan tender project yang lumayan menantang ini.

tentang tenderingnya, dapat diintip di http://www.pme-indonesia.com/news/?catId=2&newsId=1753

JAKARTA – Guna membangun LNG Receiving terminal di Jawa Barat, kedua perusahaan BUMN PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menginvestasikan modalnya sebesar US$ 150 juta.

Menurut Direktur Utama PGN, Hendi P. Santoso, pihaknya akan menggelar tender engineering procurement & construction (EPC) dalam waktu dekat ini.

“Nantinya pemenang tender akan bekerja sama dengan anak usaha,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/2).

Hendi menjelaskan, dalam memenuhi modal anak usahanya bersama dengan Pertamina maka saat ini sedang dilakukan penghitungan modal investasi pada proyek LNG receiving tersebut.

“Pertamina akan menjadi lead dengan pendanaan yang cukup besar dan sisanya akan dipenuhi oleh PGN,” katanya.

Hendi menambahkan, nantinya pertamina akan kuasai 60% dan PGN 40%, ini berarti PGN akan mengucurkan dana sekitar US$ 60 juta.

“Kita masih hitung berapa yang dari internal dan berapa yang harus dipenuhi dari eksternal,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui bahwa LNG receiving terminal tersebut akan dipergunakan untuk menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit listrik milik PLN serta pelaku usaha setempat. (PME-01/SGT)

Categories: EPC and Migas Tags: , , , ,
  1. ii
    March 1, 2010 at 9:55 am

    Pak.. kalo yang onshore LNG sepertinya udah diubah skenarionya jadi FLNG

  2. September 15, 2010 at 5:44 am

    kata nya PLN menarik diri. jd yg ngerjain Pertamina sama PGN ya ? PLN jd costumer nya aj ..utk kebutuhan gas pembangkit nya …

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: