Archive

Archive for March, 2010

Analisa Gaji Engineer Indonesia (EPC/Consultant vs Oil company)

March 14, 2010 11 comments

menyambung tulisan sebelumnya , kali ini yang akan ditinjau adalah analisis dari sisi usaha yang bergerak di bidang oil and gas yaitu consultant, EPC maupun oil and gas company (client), disusun berdasarkan staff years of experience.

yang cukup mengejutkan (setidaknya menurut saya), bahwa fresh intake rate tertinggi justru ada di consultant, dan malah turun peringkat saat menjadi prinsipal (year exp > 20 ) sesuatu hal yang agak aneh saya kira karena biasanya justru di level senior consultant ini lah yang ratenya (seharusnya) paling tinggi.

disisi oil company, yang disajikan adalah di level global super major (shell, exxon, bp dlsb) dimana terlihat sekali gradien kenaikannya disetiap jenjang kelompok umur adalah paling kecil. ini logis, karena para giant ini sudah sangat mapan dan established disisi renumerasi dan carrier path nya.

sementara untuk level vendor, barangkali memang benar bahwa ratenya cukup rendah (dibanding yang lain), tapi jangan salah bahwa banyak vendor yang menerapkan sistem bonus jika productnya sukses dibeli. bayangkan, jika mereka mendapat bonus 0.5% untuk menjual gas turbine seharga 12 juta USD, yang mereka dapatkan akan jauh diatas gaji normal senior engineer di manapun.

hal terakhir, jika anda berminat menjadi senior engineer / principal di contractor/EPCM, berbanggalah… rate anda akan paling tinggi!

Advertisements
Categories: EPC and Migas Tags: , , ,

Analisa Gaji Engineer Indonesia (local vs expatriate)

March 14, 2010 13 comments

dari yang beredar di banyak milist, Hays (consulting company di bidang HR) mengeluarkan report tahun 2010 ttg Survey Salary di bidang Oil and Gas.

terlepas dari seberapa akurat (yang tentu tergantung dari metode survey dan pengolahan data) yang patut dicermati adalah kenyataan betapa ‘memalukannya’ standard gaji di Indonesia.

berikut kutipan untuk beberapa negara di asia (untuk permanent staff) kolom kiri adalah gaji engineer lokal, sementara kolom kanan adalah gaji engineer expat yang tinggal di negara tersebut

betapa terlihat bahwa para expatriate (terutama westerner) akan menganggap bekerja di Indonesia adalah surga karena mereka dibayar lebih dari 4 x para tenaga lokal (USD 32000 vs USD 136000). dengan biaya hidup di Indonesia yang paling murah, mereka – expatriate tsb – justru menikmati rate yang paling tinggi!

ini semakin memiriskan jika kita lihat di India justru gaji lokal tidak jauh beda dengan gaji expat, itulah mungkin alasannya orang2 India tsb berbondong2 bekerja di Technip, WorleyParsons dan belasan consulting company (dan oil company) lainnya di Indonesia!!

dari sisi salary lokal, mari kita bahas. disebutkan salary average adalah di angka USD 32000 / tahun, jika dibagi dengan 14 (12+1 THR+1 bonus) berarti sebulan (dengan kurs 1 USD = Rp 9200) adalah Rp 21jt (GROSS). jika dianggap rate tersebut adalah untuk 7-8 years exp (saya kira populasi terbesar di Indonesia adalah dikisaran tsb) maka saya kira salary survey tsb sudah lumayan akurat, meski kelihatannya sedikit under-estimated.

tentu para engineer yang bekerja sebagai client akan protes: angka segitu kekecilan!, tetapi mari kita ingat bahwa surveynya meliputi para pekerja di EPC, consulting company maupun tentunya Oil&Gas (client) company.

analisa dari sisi disiplin akan saya bahas di lain kesempatan.

untuk hasil survey resmi bisa dilihat di http://www.hays.com.sg

Categories: EPC and Migas Tags: , ,

West Madura akan diambil alih Pertamina EP?

dari berita yang beredar, kelihatannya peluang Pertamina untuk mengambil alih West Madura block yang selama ini dioperatori oleh Kodeco adalah cukup besar.

setidaknya peluangnya lebih besar daripada berita rencana pengakuisisan Total Mahakam dan juga ConocoPhillips Corridor Block. ini mengingat bahwa porsi kepemilikan Pertamina dari awal memang cukup besar dan juga block West Madura ini akan expiry 2011 nanti. apalagi memang dari awal, West Madura ini adalah berpola JOB (Joint Operation Body) dengan Pertamina.

jika jadi, maka setau saya secara cara kerja Pertamina selama ini, West Madura akan dikelola oleh Pertamina EP yang memang bertugas mengelola lapangan2 yang 100% milik Pertamina (bukan oleh Pertamina Hulu Energi – PHE yang mengelola kepemilikan blok secara bersama oleh Pertamina dengan perusahaan2 lain).

Blok West Madura terdiri atas lapangan minyak dan gas bumi lepas pantai. Produksi minyaknya mencapai 14 ribu barel per hari dan gas 92 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari). Kontrak blok ini ditandatangani pada 7 Mei 1981 dengan porsi kepemilikan saham Pertamina 50 persen, Kodeco 25 persen, dan CNOOC (Cina) 25 persen. Kodeco sendiri dimiliki oleh Korea Selatan.

kita lihat saja perkembangannya, terutama mencermati usaha agresif Pertamina untuk mengejar produksi migas secara portofolio dengan mengakuisisi perusahaan migas lain yang sudah beroperasi atau mengambil alih secara penuh JOB Pertamina yang selama ini dioperatori oleh pihak lain.

berita lain bisa diintip di http://www.inilah.com

Juru Bicara PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), Ali Mundakir mengatakan kemungkinan pada 2013 mendatang Pertamian bakal menjadi operator di blok West Madura, dengan mitranya PT Kodeco Ltd.

“Kemungkinan baru 2013 Pertamina bisa menjadi operator di blok west Madura,” kata Juru Bicara Ali Mundakir kepada INILAH.COM, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan saat ini status operatorship di blok tersebut masih di tangan PT Kodeco Ltd, tetapi mulai 2013 mendatang, Perseroan siap menjadi operatornya. Adapun pemilik saham di blok tersebut antara lain Pertamina 50% dan Kedeco 50%.

Dalam hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan telah menjelaskan untuk menjadi operator di blok migas west madura, pihaknya sudah mendapatkan restu dari pemerintah, (kementerian ESDM), tinggal menunggu pelaksanannya. [hid]