Home > EPC and Migas > Mechanical Engineering di Oil & Gas Company

Mechanical Engineering di Oil & Gas Company

di tulisan ini saya ingin membahas berbagai opportunity yang tersedia jika seorang fresh grad dari teknik mesin berminat bekerja di perusahaan oil and gas.

teknik mesin disini berarti luas, meliputi juga bidang2 yang di’lahirkan’ dari ilmu teknik mesin seperti teknik material, teknik aeronotika (penerbangan), teknik perkapalan maupun juga teknik otomotif.

pada dasarnya, semua cabang teknis mesin diatas berinti sama (diambil dari wikipedia lho) yaitu bagaimana mempelajari aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa, desain, manufaktur dan pemeliharaan sistem mekanik. ilmu dasarnya tentunya mekanik, kinematik, termodinamika dan energi (termasuk perpindahan panas).

dari pengalaman saya selama ini, berikut list posisi yang bisa diisi oleh lulusan teknik mesin di oil and gas company:

1. Static Mechanical Engineer: bertanggung jawab untuk desain pressure vessel (bejana tekan), tank (bejana tak bertekanan) dan heat exchanger. equipment seperti ini dirancang seaman mungkin dan sesuai dengan peruntukannya. ilmu yang diterapkan semisal ilmu statik / mekanika teknik, structural mechanics, material, perpindahan panas dan juga proses/teknik produksi.

2. Rotating Mechanical Engineer: bertanggung jawab untuk desain dan pemilihan benda2 berputar seperti compressor, pumps ataupun turbin. pada posisi ini diperlukan aplikasi dari ilmu kinematika, dinamika teknik., material, termodinamika dan terutama sekali mekanika fluida.

3. Piping Engineer: yang ini rada ‘beda’ karena tidak diajarkan secara khusus di sekolah, namun pada dasarnya piping adalah sama dengan ilmu mechanical statik diatas hanya saja orientasi terhadap design lay-out (tata letak) dan constructibility sangat ditekankan. daily jobnya adalah desain perpipaan (termasuk valve dan support) dan karena terkait dengan fleksibilitas, maka diperlukan juga pengetahuan tentang getaran mekanik (vibrasi) dan stress analysis. disisi lain, pengetahuan tentang ilmu bahan (material) dan mechanica fluida (teori laminar/turbulent) amat diperlukan.

4. Pipeline Engineer: cabang ini biasanya diisi oleh lulusan teknik mesin maupun teknik sipil. biasanya teknik mesin berfokus pada design dan material, sementara teknik sipil lebih kepada installasinya.

5. Maintenance Engineer: biasanya serupa/meliputi posisi2 diatas hanya saja fokusnya bukan pada desain (rancang bangun baru) tapi lebih kepada perawatan. yang diperlukan tentunya ilmu perawatan mesin (preventive / predictive maintenance), schedulling maupun juga pengetahuan tentang warehousing.

6. Drilling Engineer: sebenernya ini adalah subset dari petroleum engineer. tugasnya meliputi teknik pengeboran secara aman dan efektif. yang diperlukan adalah aplikasi dari mekanika teknik dan juga material. barangkali lulusan teknik mesin akan jauh lebih kuat disisi teknik pengeborannya (dibanding rekan dari disiplin lain) jika punya dasar mekanika teknik dan elemen mesin yang kuat karena biar bagaimanapun juga semua alat drilling (maupun completion) adalah sistem mekanik

tentu diluar itu masih banyak posisi yang tersedia namun setidaknya enam posisi diatas yang biasanya banyak ditawarkan perusahaan migas.

Nah, bagi para reader yang just recently graduated dari mechanical engineering dan tertarik, silakan memilih profesi mana yang kira-kira suitable buat anda!

  1. Drajad
    April 22, 2010 at 7:01 am

    ngapain lu bawa bawa perkapalan

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: