Archive

Archive for May, 2010

Memulai karir di industri Migas

May 29, 2010 5 comments

belum lama ini saya dapet posting email yang menanyakan tentang bagaimana caranya agar bisa berkarir di industri migas.

tentu jawabannya klasik seperti harus mempersiapkan diri, cari2 lowongan dan lain sebagainya. tapi salah satu jawaban saya adalah bagaimana memetakan industri migas ditinjau dari tingkat kesulitan (barrier) masuknya, berdasarkan peta dari setiap pemain di industri ini.

jika dilihat, tentu kita tau bahwa kira-kira ada 4 pemain di industri ini:

1. Vendor: mereka yang membuat barang, mendesain dan menjualnya. termasuk disini adalah fabrikator. karir yang bisa dimulai disini biasanya menjadi sales engineer, application engineer atau menjadi designer. buat yang belum paham, application engineer adalah engineer yang bertugas memilih / menghitung produk mana yang sesuai dengan permintaan pembeli, sementara designer (biasanya ada di fabrikator) adalah kira2 sama dengan application engineer tetapi lebih kepada detail desain dengan bantuan AutoCAD.

dari pengamatan saya selama ini, menjadi sales engineer atau application engineer biasanya mempunyai barrier entrance yang relatif lebih mudah karena biasanya guidelines nya sudah jelas dan didukung sepenuhnya oleh principal si vendor tsb (yang punya brand nya).

termasuk dikategori vendor adalah para penyedia jasa maintenance (yang biasanya menjadi salah satu business arm para vendor di sisi after sales services)

2. Konsultan: konsultan adalah mereka yang menyediakan jasa konsultansi teknis untuk pembangunan suatu fasilitas. disini posisinya adalah full services dalam pengertian fokusnya di perhitungan dan analisa dan secara umum tidak boleh membeli/menjual barang (karena mengundang subjectivitas). jabatan yang biasa disini mulai dari drafter, designer, junior engineer, senior, sampai principal engineer. dari kacamata EPCI, konsultan inilah yang melakukan FEED atau detail design dari suatu rencana konstruksi.

untuk level junior, barriernya relative lebih mudah karena memang pekerjaannya adalah paperwork dan guidance yang ada (datasheet, spec) biasanya sudah sangat jelas

3. EPCI contractor: disini biasa disebut kontraktor pelaksana. ya, karena pelaku industri ini yang membangun fasilitas mulai dari design (tentu dibantu oleh adanya FEED yang dikerjakan konsultan) sampai start-up. pekerjaan yang paling beresiko (dan capital intensive) adalah pembelian equipment, pemasangannya (konstruksi) sampai pengerjaan commissioning, performace (unjuk kerja) sampai start-up dan siap diserahterimakan ke owner.

tingkat kesulitan masuk (untuk memulai karir) mungkin setara dengan konsultan, meski biasanya disini tingkat resiko lebih tinggi dan para pelakunya typically adalah team-work person dan berani mengambil keputusan di saat yang mepat. posisi yang ada, mulai dari junior engineer, procurement engineer, sampai ke construction dan commissioning engineer. lingkup EPCI contractor sangat multi-disiplin dan sangat project oriented

4. owner/operator: biasanya disebut company-man dan bertindak sebagai pemilik fasilitas. dari kacamata contractor biasa juga disebut sebagai client engineer. sebagai owner di business migas, tentunya fokus utamanya adalah memproduksi migas (minyak dan gas) secara optimal dengan less cost, less downtine dan tingkat safety yang reasonable. dalam mengerjakan usahanya, owner biasanya memerlukan bantuan ketiga pelaku diatas (vendor, konsultan dan EPC contractor) dan bertindak sebagai client.

posisi yang bisa dimulai oleh fresh grad biasanya mulai menjadi junior engineer dan facility engineer.

tingkat barrier entrancenya mungkin yang paling tinggi karena biasanya dituntut memiliki pengetahuan yang komprehensive (meski gak harus mendalam disatu bidang) dan general karena bertugas mensupervisi para kontraktornya dalam melaksanakan tugasnya.

demikian ulasannya, semoga bermanfaat.

Categories: EPC and Migas Tags: , , ,

Wellhead Platform

May 13, 2010 3 comments

mau tahu salah satu wellhead platform yang pernah saya ikutan membangun (saat saya bekerja di salah satu oil company – with Houston as H/Q office)? wellhead platfrom ini saat ini dipasang di jawa timur dan bertugas mengirim gas ke onshore processing plant. wellhead ini berkaki delapan, melayani sekitar 24 wells dan tiga deck level (cellar, subcellar dan maindeck) serta mempunyai berat sekitar 1800 ton.

menurut yang saya tahu (setidaknya sampai saat ini), wellhead ini termasuk wellhead dengan ‘giant’ size, karena biasanya wellhead hanya berkaki tiga (tripod) atau berkaki satu (monopod) dengan kisaran berat kurang dari 800 ton.

wellhead ini memiliki fasilitas 3 phase separation (termasuk satu production separator yang sepertinya menjadi pressure vessel terberat di kelasnya – 150 ton), chemical injection unit, pedestal crane, caisson system, air utility system, diesel transfer system, dan tentu juga pig launcher and receiver.

enjoy the pictures!

picture yang berikut adalah pada saat load-out jacket dari fabrication yardnya di kawasan cilegon. see how massive the structure, that’s only for the wellhead’s jacket

Categories: EPC and Migas Tags: ,

Apakah itu FEED?

para praktisi EPC tentu sering mendengar tentang FEED: Front End Engineering Design. FEED itu juga biasa disebut FEL (Front End Loading) dengan level FEL1-FEL2-FEL-3.

yang perlu diingat bahwa (setidaknya sesuai aturan BPMIGAS), EPC company tidak boleh mengerjakan FEED sekaligus EPCnya, karena scope FEED adalah ‘jatah’ consulting/engineering company.

FEED adalah suatu fase pendefinisan project dimana dokumen FEED bisa dijadikan tender dokumen pekerjaan EPC. di fase FEED, client akan menetapkan design basis dan melakukan preliminary design dari plant yang akan dibangun. tingkat akurasi biayanya (cost EPC) biasanya sekitar 15-20% dan membantu menolong client untuk menetapkan harga owner estimate.

yang jelas, di fase FEED, option2 yang semula ada difase berikutnya harus didefinisikan dengan jelas. option yang masih ada (yang harus didetailkan) adalah option yang sangat detail dan biasanya melibatkan peran serta pihak ketiga (equipment vendor).

untuk jelasnya barangkali bisa diilustrasikan sbb: dalam fase FS (feasibility study) suatu oil company menjajaki kemungkinan membangun CPP offshore (central processing platform) untuk booster compressor dengan kemungkinan discharge 600 psi atau 800psi, maka di fase FEED kedua opsi tersebut harus difinalkan (salah satu opsi harus ‘out’). namun finalisasi di FEED ini bukan berarti bahwa compressornya akan menggunakan foot-print yang definitive karena informasi itu hanya didapat pada fase EPC (yaitu setelah ada kepastian pembelian compressor dari vendor tertentu).

hal lain yang cukup signifikan adalah pemilihan material harus sudah final di fase FEED ini karena mempengaruhi base bid para peserta lelang EPC. katakanlah pendefinisian material pipeline harus sudah jelas (misalnya X65) dan bukan berupa pilihan (X60 atau X65).

dari sisi informasi detail seperti final layout (tata letak), effisiensi mesin2 rotating, jumlah vent/drain valve, jumlah fitting atau semacamnya adalah menjadi jatah EPC company untuk melakukan value engineering untuk menekan harga tanpa mengorbankan fungsi dan tujuan.

berdasarkan pengalaman saya selama ini, baik ketika bekerja sebagai client (oil company), sebagai contractor ataupun sebagai PMC (project management consultant – on behalf of client), kualitas FEED akan sangat mempengaruhi kualitas EPC terutama disisi cost dan duration. semakin tidak jelas pendefinisannya, semakin terbuka dispute antara EPC contractor dan client yang biasanya berujung pada change-order request (kerja tambah).

grafik dibawah setidaknya bisa menjelaskan bahwa sekalipun expensenya kecil, fase awal (seperti FEED) sangat mempengaruhi harga final. sementara di sisi EPC sekalipun expensenya tinggi, tapi secara strategis, tidak akan terlalu mempengaruhi total cost.


kesimpulannya: jika anda peserta lelang EPC, evaluasi lah kualitas FEED yang disediakan client sebagai dokument tender. jika cukup matang, anda tidak perlu meletakkan cost risk yang terlalu besar. kebalikannya: jika kualitas FEEDnya rendah, berhati-hatilah!

Categories: EPC and Migas

Dirut EPC menjadi komisaris Pertamina

belakangan ini ada berita yang banyak beredar di kalangan pelaku EPC atas terpilihnya direktur utama PT Rekayasa Industri menjadi salah seorang komisaris PT Pertamina (Persero).

cukup menarik karena sejatinya PT Rekayasa Industri adalah ‘langganan’ kontraktornya PT Pertamina untuk beberapa proyek upstream
(seperti gas plant di Sumbagsel) dan proyek downstream (seperti refinery Blue Sky Balongan). bahwa seorang dirut kontraktor kemudian meloncat tinggi sekali menjadi komisaris suatu giant client, kiranya memang bukan berita yang sering terdengar di industri ini. tapi saya yakin, pasti pemerintah punya pertimbangan lain demi kebaikan Pertamina.

selamat untuk Pak Triharyo Soesilo, maju terus Pertamina dan juga seluruh pelaku industri EPC di Indonesia.

Categories: EPC and Migas

Semoga cepat sembuh, Ibu Ainun

banyak diberitakan bahwa saat ini istri mantan presiden indonesia, ibu hasri ainun besari bj habibie sedang sakit serius dan dirawat di jerman.

ingatan saya segera melayang ke summer tahun 2001. saat itu saya sekolah di salah satu negeri skandinavia dan mengunjungi teman yang kuliah di hamburg jerman.

di salah satu hari di musim semi 2001 itu kami berdua berjalan-jalan ke sekitar rathaus (townhall) hamburg dan juga daerah sekitaran Jungfernstieg (shopping mall tak jauh dari hamburg haufbanhoff/stasiun kereta). secara tidak sengaja di depan salah satu gedung, kami berpapasan dengan pak habibie beserta ibu hasri yang sedang berjalan-jalan ditemani oleh beberapa ajudannya. saat itu pak habibie sudah lengser dari kepresidenan.

kami sempat ragu-ragu untuk menyapa dan akhirnya memutuskan untuk menghampiri dan menyapa. sungguh diluar dugaan, pak habibie dan istri sangat welcome dan ramah kepada kami dan sempat berbincang2 lama tentang banyak hal. hal yang kami sangat ingat adalah perbincangan bahwa jika ditinjau dari background saya seharusnya saya bekerja di bidang kedirgantaraan dan malah ‘tersesat’ di dunia perminyakan. beliau dengan ramah dan panjang lebar memberikan nasihat bahwa semua ilmu sama saja, yang penting well-educated.

saya juga ingat bahwa ibu hasri juga sangat ramah dan banyak berbincang. seingat saya, bu hasri juga sempat menasihati kami untuk tetap giat belajar.

semoga ibu hasri habibie cepat sembuh dan pak habibie juga tetap sehat dan diberi keberkahan selalu.

Categories: Common