Home > EPC and Migas > Apakah itu FEED?

Apakah itu FEED?

para praktisi EPC tentu sering mendengar tentang FEED: Front End Engineering Design. FEED itu juga biasa disebut FEL (Front End Loading) dengan level FEL1-FEL2-FEL-3.

yang perlu diingat bahwa (setidaknya sesuai aturan BPMIGAS), EPC company tidak boleh mengerjakan FEED sekaligus EPCnya, karena scope FEED adalah ‘jatah’ consulting/engineering company.

FEED adalah suatu fase pendefinisan project dimana dokumen FEED bisa dijadikan tender dokumen pekerjaan EPC. di fase FEED, client akan menetapkan design basis dan melakukan preliminary design dari plant yang akan dibangun. tingkat akurasi biayanya (cost EPC) biasanya sekitar 15-20% dan membantu menolong client untuk menetapkan harga owner estimate.

yang jelas, di fase FEED, option2 yang semula ada difase berikutnya harus didefinisikan dengan jelas. option yang masih ada (yang harus didetailkan) adalah option yang sangat detail dan biasanya melibatkan peran serta pihak ketiga (equipment vendor).

untuk jelasnya barangkali bisa diilustrasikan sbb: dalam fase FS (feasibility study) suatu oil company menjajaki kemungkinan membangun CPP offshore (central processing platform) untuk booster compressor dengan kemungkinan discharge 600 psi atau 800psi, maka di fase FEED kedua opsi tersebut harus difinalkan (salah satu opsi harus ‘out’). namun finalisasi di FEED ini bukan berarti bahwa compressornya akan menggunakan foot-print yang definitive karena informasi itu hanya didapat pada fase EPC (yaitu setelah ada kepastian pembelian compressor dari vendor tertentu).

hal lain yang cukup signifikan adalah pemilihan material harus sudah final di fase FEED ini karena mempengaruhi base bid para peserta lelang EPC. katakanlah pendefinisian material pipeline harus sudah jelas (misalnya X65) dan bukan berupa pilihan (X60 atau X65).

dari sisi informasi detail seperti final layout (tata letak), effisiensi mesin2 rotating, jumlah vent/drain valve, jumlah fitting atau semacamnya adalah menjadi jatah EPC company untuk melakukan value engineering untuk menekan harga tanpa mengorbankan fungsi dan tujuan.

berdasarkan pengalaman saya selama ini, baik ketika bekerja sebagai client (oil company), sebagai contractor ataupun sebagai PMC (project management consultant – on behalf of client), kualitas FEED akan sangat mempengaruhi kualitas EPC terutama disisi cost dan duration. semakin tidak jelas pendefinisannya, semakin terbuka dispute antara EPC contractor dan client yang biasanya berujung pada change-order request (kerja tambah).

grafik dibawah setidaknya bisa menjelaskan bahwa sekalipun expensenya kecil, fase awal (seperti FEED) sangat mempengaruhi harga final. sementara di sisi EPC sekalipun expensenya tinggi, tapi secara strategis, tidak akan terlalu mempengaruhi total cost.


kesimpulannya: jika anda peserta lelang EPC, evaluasi lah kualitas FEED yang disediakan client sebagai dokument tender. jika cukup matang, anda tidak perlu meletakkan cost risk yang terlalu besar. kebalikannya: jika kualitas FEEDnya rendah, berhati-hatilah!

Categories: EPC and Migas
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: