Home > EPC and Migas > Memulai karir di industri Migas

Memulai karir di industri Migas

belum lama ini saya dapet posting email yang menanyakan tentang bagaimana caranya agar bisa berkarir di industri migas.

tentu jawabannya klasik seperti harus mempersiapkan diri, cari2 lowongan dan lain sebagainya. tapi salah satu jawaban saya adalah bagaimana memetakan industri migas ditinjau dari tingkat kesulitan (barrier) masuknya, berdasarkan peta dari setiap pemain di industri ini.

jika dilihat, tentu kita tau bahwa kira-kira ada 4 pemain di industri ini:

1. Vendor: mereka yang membuat barang, mendesain dan menjualnya. termasuk disini adalah fabrikator. karir yang bisa dimulai disini biasanya menjadi sales engineer, application engineer atau menjadi designer. buat yang belum paham, application engineer adalah engineer yang bertugas memilih / menghitung produk mana yang sesuai dengan permintaan pembeli, sementara designer (biasanya ada di fabrikator) adalah kira2 sama dengan application engineer tetapi lebih kepada detail desain dengan bantuan AutoCAD.

dari pengamatan saya selama ini, menjadi sales engineer atau application engineer biasanya mempunyai barrier entrance yang relatif lebih mudah karena biasanya guidelines nya sudah jelas dan didukung sepenuhnya oleh principal si vendor tsb (yang punya brand nya).

termasuk dikategori vendor adalah para penyedia jasa maintenance (yang biasanya menjadi salah satu business arm para vendor di sisi after sales services)

2. Konsultan: konsultan adalah mereka yang menyediakan jasa konsultansi teknis untuk pembangunan suatu fasilitas. disini posisinya adalah full services dalam pengertian fokusnya di perhitungan dan analisa dan secara umum tidak boleh membeli/menjual barang (karena mengundang subjectivitas). jabatan yang biasa disini mulai dari drafter, designer, junior engineer, senior, sampai principal engineer. dari kacamata EPCI, konsultan inilah yang melakukan FEED atau detail design dari suatu rencana konstruksi.

untuk level junior, barriernya relative lebih mudah karena memang pekerjaannya adalah paperwork dan guidance yang ada (datasheet, spec) biasanya sudah sangat jelas

3. EPCI contractor: disini biasa disebut kontraktor pelaksana. ya, karena pelaku industri ini yang membangun fasilitas mulai dari design (tentu dibantu oleh adanya FEED yang dikerjakan konsultan) sampai start-up. pekerjaan yang paling beresiko (dan capital intensive) adalah pembelian equipment, pemasangannya (konstruksi) sampai pengerjaan commissioning, performace (unjuk kerja) sampai start-up dan siap diserahterimakan ke owner.

tingkat kesulitan masuk (untuk memulai karir) mungkin setara dengan konsultan, meski biasanya disini tingkat resiko lebih tinggi dan para pelakunya typically adalah team-work person dan berani mengambil keputusan di saat yang mepat. posisi yang ada, mulai dari junior engineer, procurement engineer, sampai ke construction dan commissioning engineer. lingkup EPCI contractor sangat multi-disiplin dan sangat project oriented

4. owner/operator: biasanya disebut company-man dan bertindak sebagai pemilik fasilitas. dari kacamata contractor biasa juga disebut sebagai client engineer. sebagai owner di business migas, tentunya fokus utamanya adalah memproduksi migas (minyak dan gas) secara optimal dengan less cost, less downtine dan tingkat safety yang reasonable. dalam mengerjakan usahanya, owner biasanya memerlukan bantuan ketiga pelaku diatas (vendor, konsultan dan EPC contractor) dan bertindak sebagai client.

posisi yang bisa dimulai oleh fresh grad biasanya mulai menjadi junior engineer dan facility engineer.

tingkat barrier entrancenya mungkin yang paling tinggi karena biasanya dituntut memiliki pengetahuan yang komprehensive (meski gak harus mendalam disatu bidang) dan general karena bertugas mensupervisi para kontraktornya dalam melaksanakan tugasnya.

demikian ulasannya, semoga bermanfaat.

Categories: EPC and Migas Tags: , , ,
  1. danniel
    May 29, 2010 at 10:02 am

    wah ternyata ada penjelasan lengkapnya:)

    pak,sayah mo nanya, kemaren waktu saya ke kampus, saya melihat poster pengumuman:

    Training Drilling TOTAL selama 22 bulan,

    kata temen sayah, klo daftar ke training itu, bisa dikatakan shortcut menuju dunia migas.apa benar pak?

    trus yang sayah mo tanyakan, apakah setiap peserta yang mendaftar bener2 kemudian terserap seluruhnya?thanks

  2. dr.ajad
    June 1, 2010 at 5:40 am

    untuk fresh graduate jangan langsung ke owner, maka akan kelihatan begonya. lha disodori document dari konsultan, pengetahuannya belum cukup untuk review document. Pipe schedule saja tidak tahu. Tapi syukurlah kalau ada owner yang mau

    selamat meniti karier di MIGAS sobat

  3. July 22, 2010 at 6:52 am

    Wah, jadi sedikit tahu sekarang tentang dunia karir di industri migas. Thanks atas infonya pak!

  4. Andi
    October 14, 2010 at 8:33 am

    Mulainya joint ke company service atau company man dalam negeri, ya cukup 3 tahun, jangan terlalu lama, rugi.
    Baru pindah ke overseas langsung ataupun freelance melalui agent luar negeri (singapore, malaysia, UK, etc)

    Atau kalau IP tinggi bisa apply ke overseas company(singapore, UK, US, Mid East, etc), itu untung-untungan loh?

  5. Adjie Sosro Suryo Wibowo
    December 27, 2010 at 1:55 am

    Ternyata dunia Seperti ini sangat banyak tantangannya..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: