Home > EPC and Migas > Coal to Liquid di Indonesia

Coal to Liquid di Indonesia

banyak yang tidak tahu bahwa salah satu raksasa pemain CTL di dunia, yaitu Sasol yang berasal dari Afrika Selatan sedang mengkaji kerjasama di Indonesia. jika project ini terwujud maka Indonesia yang memiliki cadangan coal (batubara) melimpah dapat menikmati bahan bakar sintetis. dan dari kacamata EPC, tentu ini kesempatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan ilmu baru…

==========

dari Vivanews

Akhir 2010, Batas Waktu Negosiasi Sasol
Saat ini, negosiasi masih membahas term of conditions untuk kerja sama tersebut.
Selasa, 1 Juni 2010, 15:16 WIB
Antique, Purborini

VIVAnews – Pemerintah memberi batas waktu negosiasi dengan South Africa Coal, Oil, and Gas Corporation (Sasol) hingga akhir tahun ini. Hal itu terkait pengembangan fasilitas coal to liquid di Indonesia.

“Akhir tahun pembagian tugas harus sudah selesai,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Legowo, di Jakarta, Selasa 1 Juni 2010.

Saat ini, menurut dia, negosiasi masih membahas term of conditions untuk kerja sama tersebut. Namun, jika kesepakatan tidak tercapai, pemerintah tetap akan menjalin kerja sama dengan Sasol. “Kita ketahui, sampai saat ini Sasol yang memiliki teknologi coal to liquid,” ujar Evita.

Seperti diketahui, Sasol akan menanamkan dana sebesar US$10 miliar dalam proyek tersebut. Sasol merupakan penghasil bahan bakar sintetis berbasis batu bara di London, Inggris, dengan kapasitas operasi setara 160 ribu barel per hari.

Teknologi coal to liquid adalah opsi yang menggunakan batu bara jenis lignite dengan kadar rendah dan sulit diekspor, karena harga di pasar internasional tidak ekonomis.

Saat Indonesia memiliki 60 miliar ton cadangan batu bara, sebanyak 85 persen berjenis lignite. Sasol membutuhkan cadangan (reserve) sebanyak 1,5 juta ton. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Sasol akan memproduksi sebanyak 70-80 ribu barel per hari untul coal to liquid.

Untuk suplai batu bara, Sasol akan mendapatkannya dari PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA). Sementara itu, untuk bertindak sebagai pembeli (off taker) adalah PT Pertamina (Persero). (art)

Categories: EPC and Migas
  1. tukanglistrik
    June 10, 2010 at 12:28 am

    Ini berarti mengubah batubara menjadi liquid semacam oil ya pak?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: