Home > Other Issues > Long Lead Item

Long Lead Item

salah satu hal yang sangat penting dalam mengerjakan project EPC adalah bagaimana melakukan strategi yang tepat untuk Long Lead Item.

apakah itu Long Lead Item? LLI adalah equipment/peralatan yang memerlukan waktu delivery yang sangat lama (long lead) untuk sampai ke tempat konstruksi/fabrikasi. saking panjangnya, barang ini  harus dibeli sebelum tender EPC berjalan atau pada minggu2 awal setelah kontrak EPC ditanda-tangani.

ilustrasinya seperti ini kira2: suatu project gas plant dijadwalkan harus selesai dalam waktu 12 bulan, mulai dari EPC company menandatangani kontrak sampai dengan start-up/hari pertama operasi. salah satu equipment di gas plant tersebut adalah Gas Turbine Compressor Package yang typically mempunyai jadwal pengiriman 12 bulan (sampai site) sejak dari purchase order.

bagaimana mengatasinya? jika EPC langsung membeli gas turbine compressor ini di hari pertama setelah tandatangan kontrak EPC maka tetap saja tidak terkejar karena mereka membutuhkan waktu 3 bulan untuk pemasangan, penyambungan dengan piping, pemasangan instrumentasi dan sistem kontrol serta commissioning, sebelum siap untuk start-up.

untuk itu maka client (pemilik project / fasilitas) memutuskan untuk membeli equipment ini pada saat tender berjalan (atau bahkan sebelumnya) yang pasti sebelum EPC company terpilih. tentu agak susah dan tricky dalam engineeringnya karena sudah jelas detail engineering belum lengkap (karena EPCnya kan belum ada) tapi itu adalah resiko yang harus diambil karena hanya dengan cara itu equipment ini akan datang tepat waktu.

biasanya LLI dalam kasus seperti ini disebut juga sebagai ‘free issue company supply’ yang menunjukkan bahwa equipment ini akan di serahkan sebagai komponen ‘free’ (karena yang beli kan si companynya) kepada EPC untuk dilanjutkan proses berikutnya (mengawasi pengiriman, mengerjakan pemasangan sampai start-up)…

Categories: Other Issues Tags:
  1. kelik
    July 24, 2010 at 1:39 am

    gimana klo sdh beli eqp…si EPC nggak jd dpt project tsb??turbin gasnya mau diapakan?

  2. July 24, 2010 at 2:26 am

    mas kelik, yang membeli (dalam konteks kasus di atas) adalah Client. jika EPC nya sudah terpilih (melalui tender) maka gas turbine tsb akan diserahkan ke EPC yang menang utk dilanjutkan proses berikutnya (testing, instalasi dlsb). EPC yang gak dapat project tentu tidak akan terkait apapun.

  3. widya
    July 25, 2010 at 1:02 pm

    Pak Edi,

    kalau ditengah proyek berjalan terjadi perubahan data process yang berimbas ke sizing equipment, apa yang bisa dilakukan? tetap sesuai design awal atau merubah sizing equipment mengikuti perubahan data process dengan resiko additional cost dan molornya delivery?

    • August 1, 2010 at 2:03 pm

      Mas Widya,
      Kemungkinan seperti itu pasti ada dan dalam konteks gas turbine compressor biasanya diantisipasi dengan menyatakan beberapa case (operating point) yang bisa dicover oleh equipment tsb, meski hanya SATU yang menjadi rated point.
      sebisa mungkin additional cost dan delay delivery harus dihindari, tapi jika tidak ada pilihan, ya terpaksa harus dilakukan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: