Home > EPC and Migas > Profesi migas yang paling ‘mahal’

Profesi migas yang paling ‘mahal’

disini saya ingin mendiskusikan profesi di industri migas saja yang paling mahal dan (biasanya konsekuensinya) menjadi paling susah dicari.

kenapa paling susah? ya mungkin karena populasinya sedikit dan karena ratenya tinggi menjadi paling susah untuk dibajak.

sebagai referensi utama saya gunakan list dari Hays (2010):

saya mencoba fokus pada discipline tipikal di EPC yaitu electrical (termasuk instrument), mechanical, piping, process, structural dan pipeline. dari daftar diatas terlihat utk posisi junior level yang paling mahal adalah subsea/pipeline dan paling murah adalah structural engineer.

di posisi mid-level, paling mahal masih tetap pipeline dan yang paling murah menjadi piping engineer.

di posisi principal, lag-lagi pipeline engineer masih paling mahal dan yang paling mengejutkan (baca: nyebelin) adalah mechanical engineer menjadi yang paling termurah.

yang menarik sebenarnya adalah posisi pipeline engineer biasa dipegang oleh mereka yang berbackground mechanical dan structural engineer juga, dan biasanya (dari pengalaman selama ini), hampir tidak ada yang namanya posisi junior pipeline karena biasanya posisi mid dan senior pipeline diisi oleh para mechanical/piping & structural engineer yang banting setir menjadi pipeline engineer.

dari pengalaman saya selama ini dalam proses recruitment (baik sebagai yang diinterview maupun sebagai yang menginterview dan menyusun manpower planning),  kelihatannya klaim Hays untuk pipeline engineer tidak berlebihan. susah sekali mendapatkan seorang senior pipeline engineer karena persyaratanya harus memiliki pengalaman yang lengkap (padahal project2 pipeline – apalagi yang offshore – tidak terlalu banyak di Indonesia) dan harus punya cross-experience juga di pelaksanaan laying sampai commissioning juga. walhasil biasanya banyak company yang meminta existing engineer yang pernah terlibat secara tidak langsung dengan pipeline engineer di proyek sebelumnya (mechanical atau structural) utk berganti profesi menjadi pipeline engineer.

disisi lain, selain pipeline, saya kira rotating engineer (terutama yang mempunyai cross-experience di sisi operation & maintenance sekaligus design engineer) juga paling susah dicari oleh perusahaan EPC (dan oil and gas) company. short cut-nya biasanya dengan membajak dari vendor’s engineer atau application’s engineer yang sebelumnya lebih fokus di sisi ‘menjual’ rotating equipment.

Categories: EPC and Migas Tags: ,
  1. HP
    September 5, 2010 at 1:33 pm

    thanks for sharing

  2. Anakrantau
    February 7, 2011 at 4:05 am

    Saya tertarik sekali menjadi piping engineer,tapi background saya Metallurgy and Material. Bisa gak ya jadi piping engineer? trus ntar pas ngelamar kerja background metallurgy menjadi kendala gak ya kalo daftar jadi piping engineer?

    Thx.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: