Archive

Archive for February, 2011

Ribetnya project revamping

February 12, 2011 6 comments

ini pengalaman kedua saya ngerjain project revamping. yang pertama adalah waktu masih jadi expat regional di malaysia ngurusin kompressor segede gajah buat kilangnya petronas. saya kebagian kerjaan ngurusin tambahan hydrogen compressor yang dischargenya sampai 3000 psig dan motornya sampai 5 MW lebih. juga ketiban pekerjaan beberapa pompa2 BB3-BB5 yang rata-rata drivernya diatas 2 MW.

pengalaman kedua kali ini kebagian ngurusin gas turbine compressor paket. 2 biji, yang satu di retrofit abis2an (restaging, ganti engine, ganti jeroan dan yang dipake ulang cuma enclosure + skidnya doang), yang satu biji lainnya ganti total (yang lamanya di scrap abis). kalo dulu di malaysia urusannya on-shore dan tinggal jalan kaki 10 menit dari office udah bisa liat lokasi kerjaannya, kalo sekarang urusannya offshore dan mesti melaut dulu.

ini tempat gambar tempat buat pasang kompressor ditengah2 fasilitas yang udah ada dan flowstationnya berumur lebih tua dari umur saya sendiri…

kedua-duanya sama parahnya dari sisi banyak data yang yang gak ada dan mesti dikira-kira. tapi dari sisi skedul dan akses, yang kedua ini yang kayaknya lebih berat. yang paling berat itu gara-gara kompressor yang mau diganti ini adalah jantungnya perusahaan karena jadi supplier dari semua flowstation. kalo gagal, mudah-mudahan gak ya, berarti perusahaan gak jualan gas.

yah jalani saja dulu, mudah-mudahan kali ini jauh lebih lancar…

Advertisements
Categories: Uncategorized Tags: , ,

Kiprah Gunanusa di industri offshore dunia

February 6, 2011 1 comment

mendengar kata Gunanusa yang terlintas langsung adalah nama pak Iman Taufik sebagai pendiri. Gunanusa juga dikenal sebagai pelopor EPCIC contractor spesialis offshore yang ditangani oleh tenaga lokal. lokasinya di Cilegon tentu menjadi nilai tambah sendiri karena akses yang mudah dan tentu saja dekat dengan pasar industri di jakarta.

sejak beberapa tahun lalu sebagian saham Gunanusa sudah diambil alih oleh perusahaan Malaysia dan kelihatannya cukup gencar mencari proyek di luar Indonesia, salah satunya adalah project dari India. tentu ini berita sangat bagus mengingat biasanya mereka mengerjakan project dari klien lokal Indonesia (Peciko/Tunu-nya Total Indonesie, Ujung Pangkah-nya Hess)

berikut adalah berita dari bataviase.co.id tentang kiprah Gunanusa mengerjakan project overseas.

 

CILEGON-Kontruksi pembangunan anjungan minyak dan gas lepas pantai (offshore oil and gas) buatan dalam negeri kini mendapatkan pengakuan dunia internasional. Setidaknya, empat negara tertarik untuk mendapatkan teknologi pengeboran minyak bumi dari Indonesia. Hal ini diungkapkan Presiden Direktur PT Gunanusa Utama Fa-bricators. Samad Solbai saat mengadakan press briefing di kantornya, Cilegon, Banten, Selasa (4/1).

Perusahaan tersebut lengah menyelesaikan pengerjaan anjungan dan gas lepas pantai dengan perusahaan minyak asal India dengan nilai kontrak sebesar USD 333 juta. Proyek tersebut merupakan yang terbesar setelah berhasil menyisihkan pesaingnya, yakni tiga perusahaan konstruksi lokal. Konstruksi tersebut segera dipasang di laut Mumbai High, India dua bulan kemudian.

Proyek yang diberi nama ONGC ICP-R ini memiliki bobot sebesar 9.500 ton yang terbagi dalam lima modul yang nantinya dipersatukan di lautan lepas. Kontruksi ini sedalam 80 meter di bawah permukaan laut dan anjungannya setinggi 40 meter di atas permukaan laut. “Kami juga memiliki kontrak dengan Thailand serta Ujung Pangkah Laut Jawa semuanya senilai USD 650 juta,” ungkapnya.

Modul yang tengah menjalani proses penyelesaian ini terbagi dalam tiga buah, masing-masing terdiri atas proses pengilangan, control room, hingga power generator. Untuk menunjang kebutuhan para pekerja, manajemen akan membangun sebuah kantor serta gymnasium. “Panjangnya sekitar 80 kaii 30 meter, untuk di atas permukaan laut diperkirakan akan mencapai 40 meter,” jelasnya.

Sedangkan proyek yang keduaadalah HESS Ujung Pangkah CPP dan AUP dengan bobot total mencapai 6.000 ton senilai USD 200 juta. Kedua struktur yang nantinya dihuni sekitar 35 pekerja itu dipasangdengan kedalaman 10 meter dengan bobot masing-masing sebesar 2.650 ton dan 2.080 ton. “Di atasnya, kita bangun refinery atau kilang minyak yang bisa diangkat dan dipasang ditengah laut,” tambahnya.

Terakhir, pihaknya juga mengerjakan PTTEP QPS (Quarter Platform South) dengan bobot mencapai 3.500 ton sebagai tempat tinggal 158 pekerja. Rencananya, konstruksi tersebut akan dipasang di Bongkot atau lepas pantai Teluk Thailand. “Jumlahnya mencapai 160 bed yang masing-masing harganya mencapai Rp 1 miliar (USD 1 juta),”sahut Edy Rijanto, Direktur Operasi PT Gunanusa Utama Fabricators.

Ketiga proyek itu menyerap tenaga kerja sebanyak 6.500 orang. Sebagian besar direkrut dari sekitar lokasi konstruksi. Sebelumnya, perusahaan ini telah melakukan kerja sama dengan beberapa negara seperti Brunei Darusslam dan Amerika Serikat. “Ke depan kami akan melaksanakan proyek bersama perusahaan minyak di Malaysia dan Thailand,” bebernya, (tyo)

Categories: EPC and Migas Tags:

Malam Pertama di Alam Kubur

February 6, 2011 Leave a comment

merenungkan berita wafatnya secara tiba-tiba adjie massaid karena terkena serangan jantung, saya terkenang dengan almarhum pak chandra widodo dan pak kuki. saat itu (saat saya masih bergabung dengan rekin), mereka berdua adalah orang penting di rekin (pak chandra adalah seorang direktur dan pak kuki adalah seorang senior manager) yang berpulang di masa puncak prestasi kerjanya secara mendadak karena serangan jantung, di sekitar tahun 2006 lalu (kalo gak salah).

yang menjadi perhatian saat itu tentunya adalah beban pekerjaan yang sangat tinggi yang menuntut kesibukan luar biasa dan terkadang disertai tekanan yang tinggi amat sangat rentan terhadap serangan jantung seperti itu, apalagi jika disertai kelelahan yang tinggi (habis olahraga misalnya).

tentu ini menjadi pelajaran buat kita semua yang sehari-hari mulai mendekat ke tingkat kesibukan yang makin tinggi karena tuntunan karir dan sebagainya.

tapi, pelajaran yang jauh lebih bernilai adalah: sudahkah kita bersiap menghadapi malam pertama kita di alam kubur nanti? malam yang penuh dengan segala pertanyaan tentang tanggung jawab kita di hidup ini?

apakah malam itu akan menjadi malam penuh kenikmatan? ataukah malam penuh siksaan?

selama kita bisa, kitalah yang bisa membuat perbedaan apa yang terjadi nanti.

Categories: Uncategorized