Archive

Archive for the ‘Common’ Category

Sejarah Kampung Melayu

October 30, 2010 Leave a comment

sebagai orang asli kawasan Kampung Melayu Jakarta, saya sangat penasaran terhadap asal-usul nama tempat saya (dan orang tua serta kakek-nenek saya) lahir dan dibesarkan kenapa dinamakan Kampung Melayu.

pada saat saya sempat tinggal di Malaysia, saya cukup kaget karena banyak sekali tradisi di sana yang mirip dengan tradisi disini. juga ketika mengingat masa kecil dimana orang tua selalu menolak di sebut ‘orang betawi’ dan lebih memilih disebut ‘orang Melayu’

apalagi ada kerabat saya yang memiliki silsilah cukup lengkap yang pada ujung silsilah tersebut tertera “Hasan datang pada tahun sekian-sekian”. kata “datang” menunjukkan bahwa memang Hasan itu kemungkinan besar adalah pendatang dari tempat lain…

juga – bahkan sampai saat ini – panggilan keluarga yang berlaku di keluarga besar kami banyak menyerupai panggilan orang-orang Melayu, seperti “Encik” untuk paman, padahal umumnya orang betawi menggunakan istilah “Encang atau Encing. belum lagi istilah “Abang” yang sangat tipikal Melayu (dan Betawi).

mungkin artikel dibawah yang saya dapat dari sini bisa menjawab sebagian penasaran saya:

Kawasan Kampung Melayu merupakan wilayah Kelurahan Kampung Melayu dan sebagian dari wilayah Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur (red: sekalipun tempat tinggal saya saat ini Kampung Melayu Kecil berada di kawasan Jakarta Selatan, sejatinya dulu menjadi satu dengan kawasan Kampung Melayu diatas karena hanya dipisahkan oleh sungai Ciliwung dan pemisahan administrasi baru dilakukan sekitar tahun 1970-an)

Kawasan tersebut dikenal dengan sebutan demikian, karena mulai paro kedua abad ke- 17 dijadikan tempat pemukiman orang –orang Malayu yang berasal dari Semenanjung Malaka (sekarang Malaysia) dibawah pimpinan Kapten Wan Abdul Bagus.

Wan Abdul Bagus adalah anak Ence Bagus, kelahiran Patani, Thailand Selatan. Ia terkenal pada jamannya sebagai orang yang cerdas dan piawai dalam melaksanakan tugas, baik administratif maupun di lapangan sebagai perwira. Boleh dikatakan selama hidupnya ia membaktikan diri pada Kompeni. Dimulai sebagai juru tulis, kemudian menduduki berbagai jabatan, seperti juru bahasa, bahkan sebagai duta atau utusan. Sebagai seorang pria dia sering terlibat dalam peperangan seperti di Jawa Tengah, pada waktu Kompeni “membantu” Mataram menghadapi Pangeran Trunojoyo. Demikian pula pada perang Banten, ketika kompeni “membantu “ Sultan Haji menghadapi ayahnya sendiri Sultan Ageng Tirtayasa. Waktu menghadapi pemberontakan Jonker, Kapten Wan Abdul Bagus terluka cukup parah. Menjelang akhir hayatnya ia dipercaya oleh Kompeni untuk bertindak selaku Regeringscommisaris, semacam duta, ke Sumatera Barat.

Kapten Wan Abdul Bagus meninggal dunia tahun 1716, ketika usianya genap 90 tahun. Kedudukannya sebagai kapten orang-orang Melayu digantikan oleh putranya yang tidak resmi, Wandullah, karena ahli waris tunggalnya, Wan Mohammad, meninggal dunia mendahului ayahnya. Menurut F. De Haan, Ratu Syarifah Fatimah, yang kemudian terkenal karena membuat Kesultanan Banten geger, adalah janda dari Wan Mohammad, jadi mantunya Wan Abdul Bagus.

juga dari sumber berikut:

Perpindahan dan peranan ulama Patani di Betawi/Jakarta

Kedatangan orang Patani ke Betawi, baik secara langsung dari Patani atau pun setelah mereka dari Campa memang sejak lama. Pada zaman dulu, Betawi juga dinamakan dengan Sunda Kelapa, Jayakarta dan Batavia, tetapi sekarang ialah Jakarta.

Jika benar Sunan Gunung Jati /Syarif Hidayatullah adalah putera Sultan Umdatuddin bin Saiyid Ali Nurul Alam, Sultan di Campa, menurut satu versi bahawa Sunan Gunung Jati tersebut berhasil menguasai Sunda Kelapa itu pada 21 Jun 1527 M.

Sejak itu, beliau dan orang-orang Patani yang ada hubungan dengan Sunan Gunung Jati berhijrah ke Betawi untuk membantu dan mengukuhkan kedudukan Sunan Gunung Jati.

Di antara sekian ramai orang Patani termasuklah keturunan Sheikh Daud bin Abdullah al-Malikul Mubin.

Salah seorang di antara keturunannya ialah Wan Abdul Bagus, datuk neneknya berasal dari Patani tetapi beliau sendiri dilahirkan di Betawi. Beliaulah yang membuka Kampung Melayu di Betawi pada tahun 1656 M. Pemerintah kolonial Belanda melantik Wan Abdul Bagus menjadi ketua orang-orang Melayu atau digelar dengan Captain Malleyer.

Wan Abdul Bagus al-Fathani menguasai tanah yang luas di bahagian tepi kiri-kanan Kali Ciliwung sebelah selatan dan bersempadan dengan tanah Meester Cornelis. Pemilikan tanah dikeluarkan dalam tahun 1661 M dan ditambah lagi tahun 1696 M sehingga menjadi amat luas.

Wan Abdul Bagus meninggal dunia tahun 1716 M. Beliau digantikan anaknya Wan Abdullah bin Wan Abdul Bagus al-Fathani sehingga Belanda merampas kekayaan dan melucutkan jabatannya sebagai Kapten Melayu. Kemudian Wan Abdullah ditangkap, dipenjara, diseksa dan dibuang.

Berdasarkan cerita di atas dapat disimpulkan bahawa keluarga besar ulama Patani pernah berperanan penting di Betawi baik dalam kepemimpinan duniawi mahu pun ukhrawi.

Categories: Common Tags:

100 ribu visitors!

August 3, 2010 5 comments

hari ini (3 agustus 2010) alhamdulillah, berdasarkan blog stats, sudah ada lebih dari 100ribu visitors ke blog ini. jika dihitung sejak ‘berdirinya’ pada september 2007, sebenarnya rata-rata visit perhari tidak terlalu tinggi karena hanya diangka 95-100 visit perhari. namun mengingat blog ini sempat ‘vacuum’ beberapa bulan – kalo gak salah di awal tahun 2009 karena berbagai kesibukan, saya kira saya cukup senang juga dengan pencapaian ini.

blog ini awalnya ditulis dengan niatan berbagi /sharing tentang pekerjaan menjadi ‘regional expatriate’ ketika saya bekerja di Foster Wheeler Energy Limited Sdn Bhd (konsultan Petronas Penapisan Melaka, Malaysia). karena pada saat tinggal di Melaka tsb koneksi internet lumayan cepat dan banyak waktu luang, saya akhirnya dapat menulis beberapa blog.

didukung pengalaman saya sebelumnya bekerja sekitar 10 tahun di PT Rekayasa Industri, blog-blog yang saya tulis akhirnya saya arahkan tentang dinamika bekerja di dunia EPC sekaligus sharing tentang kehidupan di Malaysia yang beberapa di antaranya cukup menggelitik.

ketika beberapa saat kemudian saya pindah ke Hess Indonesia Jakarta (untuk project Ujung Pangkah Wellhead B Platform) blog ini sempat tersendat karena saat itu kelihatannya orientasi saya yang semula berada di sisi EPC kemudian harus beralih ke sisi ‘Client’ (agak-agak gegar budaya he he).

akhirnya di mid 2008 saya menambahkan kata ‘dan Oil & Gas Company’ di kata-kata ‘…berbagi cerita tentang engineer’s life’

saat saya pindah (lagi) ke Petronas Carigali (Muriah) Jakarta, saya sempat ‘gak ada ide’ untuk menulis karena beberapa alasan non teknis dan juga karena saat itu saya tidak banyak berhubungan dengan EPC company. ditambah lagi Petronas Carigali Jakarta sendiri tidak banyak mempunyai ‘dinamika’ di pekerjaan kesehariannya (karena memang belum berproduksi).

ketika akhirnya sampai pada saat ini saya berkarir di salah satu oil and gas company (yang memiliki ratusan offshore platform) sebagai senior – lead mechanical/piping/pipeline engineer di corporate engineering group, boleh dibilang blog2 saya akhirnya lebih bernuansa ke dinamika di Oil Company dibandingkan dengan di EPC. untungnya, karena kebetulan scope pekerjaan saya tetap bersinggungan dengan EPC contractor, alhamdulillah saya masih punya beberapa bahan tulisan di dunia EPC. ini juga karena tingkat ‘dinamika’ di ONWJ yang cukup tinggi (maklum sudah 30 tahunan berproduksi) sehingga ide-ide dapat mengalir lebih deras.

yang cukup menarik dari perjalanan blog ini adalah saya mendapatkan banyak kawan2 baru maupun ketemu dengan kawan2 lama yang kebetulan sedang searching (googling) tentang dunia migas dan akhirnya ‘nyasar’ ke blog ini.

blog ini memang menjadi wahana saya untuk ‘ngobrolin’ dunia migas di Indonesia, dengan harapan ada diskusi yang menarik dengan para pembacanya dan juga saling bertukar informasi.

mungkin dibandingkan blog yang lain, kampungmelayu.wordpress.com ini kurang ‘seksi’ dan ‘fancy’ karena memang posting2 saya kadang sangat spesifik di dunia migas dan saya sendiri kurang ‘trampil’ dalam mengolah kata-kata / tulisan dari ribuan ide yang ada di kepala.

kepada para pembaca yang saya hormati, terimakasih atas dukungannya selama ini (setidaknya menyempatkan membaca coret-coret ini). dari sekitar 130-an posting, saya sangat berharap semoga ada setidaknya 1 posting dari saya yang menjadi manfaat untuk para pembaca.

oh ya, mohon maaf lahir batin, semoga Ramadhan yang insya allah dimulai minggu depan dapat kita jalani dengan penuh keberkahan.

Categories: Common Tags:

Semoga cepat sembuh, Ibu Ainun

banyak diberitakan bahwa saat ini istri mantan presiden indonesia, ibu hasri ainun besari bj habibie sedang sakit serius dan dirawat di jerman.

ingatan saya segera melayang ke summer tahun 2001. saat itu saya sekolah di salah satu negeri skandinavia dan mengunjungi teman yang kuliah di hamburg jerman.

di salah satu hari di musim semi 2001 itu kami berdua berjalan-jalan ke sekitar rathaus (townhall) hamburg dan juga daerah sekitaran Jungfernstieg (shopping mall tak jauh dari hamburg haufbanhoff/stasiun kereta). secara tidak sengaja di depan salah satu gedung, kami berpapasan dengan pak habibie beserta ibu hasri yang sedang berjalan-jalan ditemani oleh beberapa ajudannya. saat itu pak habibie sudah lengser dari kepresidenan.

kami sempat ragu-ragu untuk menyapa dan akhirnya memutuskan untuk menghampiri dan menyapa. sungguh diluar dugaan, pak habibie dan istri sangat welcome dan ramah kepada kami dan sempat berbincang2 lama tentang banyak hal. hal yang kami sangat ingat adalah perbincangan bahwa jika ditinjau dari background saya seharusnya saya bekerja di bidang kedirgantaraan dan malah ‘tersesat’ di dunia perminyakan. beliau dengan ramah dan panjang lebar memberikan nasihat bahwa semua ilmu sama saja, yang penting well-educated.

saya juga ingat bahwa ibu hasri juga sangat ramah dan banyak berbincang. seingat saya, bu hasri juga sempat menasihati kami untuk tetap giat belajar.

semoga ibu hasri habibie cepat sembuh dan pak habibie juga tetap sehat dan diberi keberkahan selalu.

Categories: Common

Ready spread your wings

November 8, 2009 Leave a comment

Days may come and days may go,
Funny how the children grow so fast
Nothing can last,
Always try, and try we will,
Nothing ever standing still for long,
Is it all wrong?

Time, tell me where you’ve flown,
Wind where have you blown,
Taking us along,
And changing as you go,
Everything we know,
Like the rivers flow,
What have we to show.

Ready to spread your wings and fly away,
It doesn’t seem right somehow,
I know you’re older now,
And why do we need tomorrow here today?
Haven’t the years been kind,
Did we get left behind

20060826_183720-v Read more…

Categories: Common

Peter Drucker’s advices

September 24, 2009 Leave a comment

Sudah beberapa bulan terakhir saya membaca buku tentang pemikiran Peter Drucker di bidang practical management. ya memang berbulan-bulan karena membacanya on-off dan kadang kebanyakan melamun 😀

Ada satu quote yang menarik dari Drucker:

“Jika terus melakukan apa yang dulu berhasil, maka anda akan GAGAL”

Menarik sekali kan? Perlu pemahaman yang mendalam terhadap kutipan di atas, utamanya buat para professional yang terbiasa melakukan rutinitas di pekerjaannya, seperti pada saat project development dan lain sebagainya.

Read more…

Categories: Common, EPC and Migas

Filosofi Pensil (dari milis Ina_InMalay)

August 13, 2008 1 comment

“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil
ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh
hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera
dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu
dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa
wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh
si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang
sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa
pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu
gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu
gagal.”

Read more…

Categories: Common

Prof. Ir. Said D Jenie ScD

July 15, 2008 3 comments

Innalillahi wa innailaihi rajiun.

pembimbing kepala tugas akhir saya saat undergrad di ITB (saat itu juga menjabat Ketua Prodi) meninggal dunia Jumat lalu. beliau terakhir menjabat sebagai Kepala BPPT. Berita detail di sini

ada banyak kenangan saya bersama beliau, bahkan sebelum saya kenal beliau. dulu, saat SMA saya pernah baca artikel tentang jurusan aeronautika itb yang di pimpin beliau. terbayang di benak saya saat itu betapa ‘keren’nya kuliah tentang masalah teknik penerbangan dibimbing seorang yang bernama Said D Jenie (dulu saya menyangka beliau ‘bule’ karena nama belakangnya). yang ada dilamunan saya dulu adalah saya hadir di ruang kelas yang rapi dengan jumlah mahasiswa yang sedikit dan mendapat bimbingan dari seorang ‘bule’ tadi khusus tentang perancangan pesawat…

..and the dreams come true. alhamdulillah saya bisa tembus umptn dan bisa kuliah disana. gambaran waktu SMA tadi menjadi kenyataan, meski ternyata Pak Said itu orang Indonesia asli (meski kepakarannya – saya yakin – jauh melebihi kepakaran orang bule di dunia penerbangan).

selama kuliah tentu saya diajar langsung oleh beliau dan bahkan melaksanakan tugas akhir dibawah bimbingan beliau (meski melalui dosen yang lain karena beliau sudah sibuk sekali saat itu untuk N250). malah, seingat saya dulu, saya juga pernah menjadi asisten beliau untuk matakuliah ‘pengantar sistem satelit’.

yang berkesan dari beliau adalah ide tentang ujian oral instead of writing test. beliau sering sekali menceritakan pengalaman beliau kuliah di MIT dimana ujian dilakukan secara oral dan presentasi dimana mahasiswa hanya dibekali satu pesawat model dan diminta menerangkan prestasi atau dinamika pesawat secara langsung (seperti bagaimana menerangkan angle of attack atau sidewind take-off dengan menggunakan alat bantu peraga pesawat model tadi).

selamat jalan pak said. semoga jasa-jasamu dibidang penerbangan menjadi modal para penerusmu untuk memajukan dunia dirgantara indonesia.

semoga Allah SWT mengampuni beliau dan melapangkan jalannya di hari pembalasan nanti.

Categories: Common