Archive

Posts Tagged ‘IKPT’

Next giant EPC Project: Pupuk Kaltim V

June 26, 2010 2 comments

bagaimana kabar rencana Pupuk Kaltim V? proyek EPC raksasa berskala hampir menyentuh USD 900 juta ini dikabarkan masih terkendala masalah pasokan bahan baku gas. yang diperlukan adalah sekitar 82 MMSCFD sebagai feed gas dan tentu siapa pemasoknya harus ditentukan oleh BP Migas.

dari sisi produksi beras nasional, project EPC ini luar biasa penting. semoga BP Migas cepat membuat keputusan tentang kepastiannya.

perihal siapa saja EPC yang tertarik, tentu tidak jauh2 dari spesialis pupuk seperti PT Rekayasa Industri, PT IKPT maupun juga (sekalipun lebih dikenal sebagai EPC Migas) PT Tripatra. tentu mereka harus bekerja sama dengan selected licensor Ammonia-Urea yang ditunjuk, yang kalau tidak salah adalah Snamprogetti dari Italia.

seperti halnya proyek2 pupuk lainnya, setiap EPC Project untuk industri ini biasanya sangat padat teknologi dan menjadi wahana terbaik bagi para engineer muda tanah air sebagai tempat pengembangan diri.

=============

berita ulasan rencana detailnya berikut dikutip dari mediaindonesia.com

BUMN pupuk terbesar, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), akan membangun pabrik pupuk urea ke-5 berkapasitas di atas satu juta ton per tahun dengan investasi sekitar US$865 juta untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan pupuk di masa depan.

“Saat ini, masih dalam persiapan tender. Lahan sudah hampir siap dan sedang dijajaki sindikasi pinjaman dari bank nasional,” ujar Dirut PKT Hidayat Nyakman, Sabtu (3/5), di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ia mengatakan, pabrik pupuk urea ke-5 atau Kaltim V itu juga merupakan pengganti dari pabrik Kaltim I yang sudah tua dan tidak efisien lagi. Rencananya, PKT akan menggunakan pinjaman dari sindikasi bank nasional di antaranya Bank Mandiri untuk membiayai investasi pembangunan pabrik yang diperkirakan menelan biaya sekitar US$865 juta.

Selain memproduksi urea sebesar 1,15 juta ton per tahun atau sekitar 3.000 ton per hari, pabrik Kaltim V juga akan memproduksi amoniak dengan kapasitas yang hampir sama. “Kami juga sedang menjajaki pasokan gas untuk pabrik baru tersebut,” katanya. PKT menargetkan pabrik Kaltim V bisa segera terealisasi, dengan target produksi secara komersial pada 2015.

Categories: EPC and Migas Tags: , , ,

LNG Receiving Terminal

February 28, 2010 2 comments

akhir-akhir ini mulai ramai lagi diberitakan tentang rencana konsorsium Pertamina dan PGN membangun LNG Receiving Terminal di Jawa Barat. berita lengkapnya dibawah.

yang patut dicermati bahwa pada sekitar tahun 2006-2007, PLN pernah membuka tender serupa(LNG Receiving Terminal Regasification Facilities – LNG RTRF) untuk daerah Bojonegara dimana seingat saya beberapa EPC company sudah ditetapkan sebagai lowest bidder.

(gambar diambil dari lngpedia.com)

seingat saya dulu, tender EPCnya sudah cukup serius berjalan dan ada beberapa paket (paket LNG tank, paket LNG receiving process area dan paket jetty/loading facilities) .

dari info yang saya dapat, lowest bidder paket LNG tank saat itu adalah Konsorsium Kawasaki Heavy Industry dan Marubeni Corp, lowest bidder untuk jetty adalah SAC Nusantara sementara untuk process regasification plant adalah IKPT (join dengan Tractebel Belgium kalo gak salah).

hanya saja (dari berita yang beredar pada tahun 2007 itu), PLN ‘menunda’ penunjukan pemenang semua paket tanpa kepastian yang jelas.

mudah-mudahan rencana tender LNG Receiving 2010 yang kali ini dilakukan konsorsium PGN-Pertamina dan PLN bertindak sebagai offtaker akan jauh lebih lancar daripada tender yang dulu dilakukan PLN. setidaknya EPC stage nya harus dilaksanakan begitu lowest bidder (winner) ditunjuk.

para kandidat lowest bidder tahun 2007 itu mudah-mudahan masih tertarik untuk berpartisipasi dan meramaikan peta persaingan tender project yang lumayan menantang ini.

tentang tenderingnya, dapat diintip di http://www.pme-indonesia.com/news/?catId=2&newsId=1753

JAKARTA – Guna membangun LNG Receiving terminal di Jawa Barat, kedua perusahaan BUMN PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menginvestasikan modalnya sebesar US$ 150 juta.

Menurut Direktur Utama PGN, Hendi P. Santoso, pihaknya akan menggelar tender engineering procurement & construction (EPC) dalam waktu dekat ini.

“Nantinya pemenang tender akan bekerja sama dengan anak usaha,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/2).

Hendi menjelaskan, dalam memenuhi modal anak usahanya bersama dengan Pertamina maka saat ini sedang dilakukan penghitungan modal investasi pada proyek LNG receiving tersebut.

“Pertamina akan menjadi lead dengan pendanaan yang cukup besar dan sisanya akan dipenuhi oleh PGN,” katanya.

Hendi menambahkan, nantinya pertamina akan kuasai 60% dan PGN 40%, ini berarti PGN akan mengucurkan dana sekitar US$ 60 juta.

“Kita masih hitung berapa yang dari internal dan berapa yang harus dipenuhi dari eksternal,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui bahwa LNG receiving terminal tersebut akan dipergunakan untuk menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit listrik milik PLN serta pelaku usaha setempat. (PME-01/SGT)

Categories: EPC and Migas Tags: , , , ,