Archive

Posts Tagged ‘LNG’

Bakrie siap membangun Kalija

October 30, 2010 Leave a comment

banyak diberitakan di media bahwa¬† BP Migas kelihatannya akan memutuskan bahwa pipanisasi proyek Kepodang milik Petronas Carigali akan ‘diambil -alih’ oleh Bakrie. Pipanisasi yang terbentang dari¬† Muriah Power Plant ke platform CPP (Central Processing Platform) akan dikelola oleh Bakrie karena dianggap sebagai bagian dari konsesi pipanisasi Kalimantan – Jawa (Kalija) dimana Bakrie adalah pemenang lelangnya.

posisi CPPnya Petronas Carigali yang tepat berada di tengah Jawa dan Kalimantan – padahal ada ratusan platform perusahaan minyak lain yang juga berposisi tidak jauh beda – menyebabkan klaim dari Bakrie ini menjadi ‘sulit ditolak’ oleh BP Migas.

yang jadi perhatian saya adalah, selain akan mengubah skenario pembangunan lapangan Kepodang yang dikelola Petronas, pipanisasi Kalija (Kalimantan Jawa) ini juga dikhawatirkan akan ‘mengganggu’ strategi banyak perusahaan yang berencana membangun LNG regasification. salah satunya seperti yang akan dilakukan Pertamina – PGN (baca disini).

sudah menjadi pengetahuan umum bahwa project LNG hanya akan kompetitif jika tidak ada pipeline. jika pipanisasi sudah terbentang, maka project LNG akan sulit secara keekonomiannya, kecuali jika dibangun dalam waktu yang lebih cepat, lebih murah dan lebih flexible.

dari pengamatan saya, kelihatannya project Pertamina-PGN di atas sudah cukup antisipatif, karena yang akan dibangun adalah Project terapung yang flexible, sehingga asetnya bukan aset tetap karena akan mudah untuk dipindahkan oleh operatornya jika konsesinya sudah selesai.

mari kita lihat perkembangan kedua project diatas, mana yang akan masuk fase tender EPC duluan dan mana yang akan segera terealisasi.

berita tentang Kalija dapat diintip di pme-indonesia.com:

JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah menyiapkan dana sebesar US$ 135-145 juta untuk pembangunan jalur pipa gas Kepodang tahap I dari Kalimantan-Jawa (Kalija).

Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Bobby Gafur Umar mengatakan, Bakrie & Brothers selaku pemegang konsesi gas Kalimantan-Jawa (Kalija) yang jalurnya sejalan dengan pipa Kepodang, sudah membicaraka secara intensif dengan pemerintah untuk dapat membangun pipa Kepodang sebagai realisasi tahap I dari Kalija.

“Rencana pembangunan pipa tersebut adalah segera setalah ditandatanganinya GSA (Gas Sales Agreement) plus Gas Transportation Agreement (GTA), jadwal pembangunan pipa 22 bulan dengan perkiraan biaya USD 135-145 juta. Pembiayaannya dengan menggunakan skema project financing dan equity,” kata Bobby kepada wartawan, Jakarta, Rabu (27/10).

Saat ini, lanjut Bobby, tarif yang sudah disepakati yang memberikan keuntungan optimum kepada pemerintah adalah 37 cent USD.

“Saat ini kami menunggu penetapan dari pemerintah untuk pipa Kepodang tersebut dibangun dengan skema Hilir Open Access dan merupakan bagian dari Kalija,” ujarnya.

Dengan skema hilir tersebut, imbuh Bobby, maka biaya pembangunan pipa tidak masuk dalam cost recovery yang tentunya menguntungkan negara dan akan banyak sumur-sumur gas marginal sepanjang jalur pipa dapat memanfaatkan pipa Open akses tersebut

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Kontraktor FSRU pertama di Indonesia

October 13, 2010 2 comments

diberitakan di banyak media bahwa Golar LNG telah ditunjuk sebagai EPCI kontraktor pemenang untuk proyek LNG Regasifikasi pertama di Indonesia yang dimiliki oleh PT Nusantara Regas (joint antara Pertamina 60% dan PGN 40%).

fasilitas yang dibangun adalah tipe floating (terapung) sehingga portable alias bisa dipindahkan setelah masa kontrak selesai. berbeda dengan kontrak EPCI standar yang biasanya hanya sampai 3-4 tahun (sampai plant siap dijalankan), maka kontrak floating storage (kapal) adalah dalam bentuk leasing.

info yang didapat adalah Golar LNG harus segera menyerahkan kapal storage dan proses (yang akan terapung) di akhir tahun depan dan juga bertanggung jawab menyewakan (lease) selama sekitar 11 tahun.

dari mana kah sumber LNG nya? berbeda dengan rencana semula untuk mengambil dari Tangguh, yang diberitakan adalah ada perjanjian antara Nusantara Regas dengan LNG dari Bontang (PT Badak) yang disupply oleh Total Indonesie E&P.

terus terang berita ini luar biasa melegakan, akhirnya setelah sekian tahun selalu menjadi wacana, floating regasification menjadi kenyataan di Indonesia. di sisi lain, ini menjadi solusi masalah distribusi energi dimana akhirnya LNG yang diproduksi di Kalimantan bisa langsung dinikmati oleh konsumen di pulau Jawa tanpa terkendala masalah pipanisasi.

konsekuensinya adalah: apakah ini akhir dari cerita Bakrie memperjuangkan Kalija (Kalimantan – Jawa) pipanisasi?

Categories: Uncategorized Tags:

LNG Receiving Terminal

February 28, 2010 2 comments

akhir-akhir ini mulai ramai lagi diberitakan tentang rencana konsorsium Pertamina dan PGN membangun LNG Receiving Terminal di Jawa Barat. berita lengkapnya dibawah.

yang patut dicermati bahwa pada sekitar tahun 2006-2007, PLN pernah membuka tender serupa(LNG Receiving Terminal Regasification Facilities – LNG RTRF) untuk daerah Bojonegara dimana seingat saya beberapa EPC company sudah ditetapkan sebagai lowest bidder.

(gambar diambil dari lngpedia.com)

seingat saya dulu, tender EPCnya sudah cukup serius berjalan dan ada beberapa paket (paket LNG tank, paket LNG receiving process area dan paket jetty/loading facilities) .

dari info yang saya dapat, lowest bidder paket LNG tank saat itu adalah Konsorsium Kawasaki Heavy Industry dan Marubeni Corp, lowest bidder untuk jetty adalah SAC Nusantara sementara untuk process regasification plant adalah IKPT (join dengan Tractebel Belgium kalo gak salah).

hanya saja (dari berita yang beredar pada tahun 2007 itu), PLN ‘menunda’ penunjukan pemenang semua paket tanpa kepastian yang jelas.

mudah-mudahan rencana tender LNG Receiving 2010 yang kali ini dilakukan konsorsium PGN-Pertamina dan PLN bertindak sebagai offtaker akan jauh lebih lancar daripada tender yang dulu dilakukan PLN. setidaknya EPC stage nya harus dilaksanakan begitu lowest bidder (winner) ditunjuk.

para kandidat lowest bidder tahun 2007 itu mudah-mudahan masih tertarik untuk berpartisipasi dan meramaikan peta persaingan tender project yang lumayan menantang ini.

tentang tenderingnya, dapat diintip di http://www.pme-indonesia.com/news/?catId=2&newsId=1753

JAKARTA – Guna membangun LNG Receiving terminal di Jawa Barat, kedua perusahaan BUMN PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menginvestasikan modalnya sebesar US$ 150 juta.

Menurut Direktur Utama PGN, Hendi P. Santoso, pihaknya akan menggelar tender engineering procurement & construction (EPC) dalam waktu dekat ini.

“Nantinya pemenang tender akan bekerja sama dengan anak usaha,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/2).

Hendi menjelaskan, dalam memenuhi modal anak usahanya bersama dengan Pertamina maka saat ini sedang dilakukan penghitungan modal investasi pada proyek LNG receiving tersebut.

“Pertamina akan menjadi lead dengan pendanaan yang cukup besar dan sisanya akan dipenuhi oleh PGN,” katanya.

Hendi menambahkan, nantinya pertamina akan kuasai 60% dan PGN 40%, ini berarti PGN akan mengucurkan dana sekitar US$ 60 juta.

“Kita masih hitung berapa yang dari internal dan berapa yang harus dipenuhi dari eksternal,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui bahwa LNG receiving terminal tersebut akan dipergunakan untuk menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit listrik milik PLN serta pelaku usaha setempat. (PME-01/SGT)

Categories: EPC and Migas Tags: , , , ,