Archive

Posts Tagged ‘Pertamina’

Update Pertamina Offshore West Java

September 5, 2010 1 comment

seperti diketahui, blok ONWJ (Offshore North West Java) sekarang dimiliki oleh Pertamina Hulu Energi, setelah sebelumnya dimiliki oleh BP Indonesia (yang dulu mengakuisisi nya dari ARCO Indonesia).

prestasi yang diraih ONWJ tentu harus diapresiasi sebagai prestasi bangsa karena ini adalah blok offshore terbesar di Indonesia yang dioperatori oleh Pertamina.

berikut detailnya dari Republika akhir Agustus 2010:

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Pertamina Hulu Energi-Offshore North West Java (PHE-ONWJ) menargetkan produksi minyak hingga mencapai 31 ribu bopd pada 2011 ini. Target ini naik 16 persen dibandingkan produksi 2010 sebesar 26.800 bopd.

General Manager PT Pertamina Hulu Energi ONWJ Tenny Wibowo menyatakan, tambahan produksi sebesar 4200 bopd akan diperoleh melalui percepatan pelaksanaan program kegiatan produksi. ”Selain itu dilakukan juga pengembangan lapangan dan pemeliharaan fasilitas secara integral,” kata Tenny di Jakarta, Senin (30/8).

Tenny menambahkan, selain melakukan pengembangan, tahun depan PHE ONWJ juga akan melakukan pemboran 10 sumur sisipan dan sumur pengembanagn, 15 work over, penggantian pipa, dan upgrade system kontrol kompresor bravo. ”Selain itu akan dilakukan juga pemboran dua sumur eksplorasi serta survey seisimik 3D seluas 750 km2 di zona transisi bagian barat atau west transitionnzone,” papar Tenny.

Disebutkan Tenny, pada akhir Agustus 2010 rata-rata produksi aktual ONWJ mencapai 26.800 bopd dan 215 bbtud (setara dg 205 MMSCFD). Realisasi produksi ini, kata dia, lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam rencana kerja 2010 yang menetapkan produksi minyak 25.300 dan telah mencapai target yang ditetapkan dalam revisi rencana kerja 2010 sebesar 26.800 bopd.

Sementara itu untuk realisasi produksi gas sama dengan rencana kerja. Produk kumulatif ONWJ hingga akhir tahun 2009 tercatat sebesar 1,2 milyar barel oil dan 3 TCF gas. “Hingga akhir agustus PHE ONWJ telah melaksanakan pemboran delapan sumur sisipan dan enam work over,” kata Tenny.

Tenny menambahkan, hingga akhir tahun nanti akan dibor tiga sumur sisipan tambahan. ”Ini akan dilakukan 11 pemboran sisipan atau melebih target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja 2010,” tandas dia.

Advertisements
Categories: EPC and Migas Tags: ,

Medco akan diakuisisi Pertamina?

August 22, 2010 Leave a comment

beberapa minggu ini beredar kabar bahwa Medco Energi akan bergabung dengan ‘kereta bisnis’ Pertamina. sebenarnya ini bukan cerita baru mengingat di beberapa tempat seperti di Senoro-Donggi, mereka sudah lama bekerja sama (namun belum juga mengambil keputusan strategis ttg apakah jadi/tidak membangun LNG Plant di sana). berita terakhir terkait ini adalah 70% dari reserves akan di LNG-kan, dan sisa 30% nya akan dijadikan feed gas buat pembangkit listrik dan juga pabrik pupuk.

Medco sendiri termasuk berprestasi kinclong (omset total sekitar USD 400 million!) dan Pertamina juga semakin menunjukkan niat (dan kemampuannya) menjadi perusahaan kelas dunia.

diberitakan Medco sekarang sudah ‘aktif’ di middle east seperti Oman dan di Libya, bahkan rencananya Medco akan membangun kilang setara USD 400 juta dollar di sana.

di awal tahun lalu, medco-pertamina sempat bersaing ‘seru’ dalam memperebutkan saham BP di ONWJ (West Java) yang akhirnya ‘dimenangkan’ oleh Pertamina.

jika akhirnya mereka bersatu (kemungkinan besar dalam sebagian wilayah saja baik dalam atau luar negeri), saya kira ini akan sangat membantu terangkatnya posisi nasional dalam produksi migas di Indonesia. sekalipun banyak dari lapangan2 mereka di Indonesia tergolong kecil atau baru saja dikembangkan (Medco di Kaji dan juga di Singa), namun jika bersatu secara agregat akan lumayan besar juga.

berikut dari swa.co.id ttg liputan Medco Energi

Grup Medco: Konsisten di Energi

Thursday, January 21st, 2010
oleh : Eva Martha Rahayu

Walaupun lima tahun terakhir aktif berekspansi ke bioenergi, batu bara dan perkebunan, Medco akan tetap fokus pada bisnis inti: minyak dan gas.

Read more…

Categories: EPC and Migas Tags: ,

West Madura akan diambil alih Pertamina EP?

dari berita yang beredar, kelihatannya peluang Pertamina untuk mengambil alih West Madura block yang selama ini dioperatori oleh Kodeco adalah cukup besar.

setidaknya peluangnya lebih besar daripada berita rencana pengakuisisan Total Mahakam dan juga ConocoPhillips Corridor Block. ini mengingat bahwa porsi kepemilikan Pertamina dari awal memang cukup besar dan juga block West Madura ini akan expiry 2011 nanti. apalagi memang dari awal, West Madura ini adalah berpola JOB (Joint Operation Body) dengan Pertamina.

jika jadi, maka setau saya secara cara kerja Pertamina selama ini, West Madura akan dikelola oleh Pertamina EP yang memang bertugas mengelola lapangan2 yang 100% milik Pertamina (bukan oleh Pertamina Hulu Energi – PHE yang mengelola kepemilikan blok secara bersama oleh Pertamina dengan perusahaan2 lain).

Blok West Madura terdiri atas lapangan minyak dan gas bumi lepas pantai. Produksi minyaknya mencapai 14 ribu barel per hari dan gas 92 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari). Kontrak blok ini ditandatangani pada 7 Mei 1981 dengan porsi kepemilikan saham Pertamina 50 persen, Kodeco 25 persen, dan CNOOC (Cina) 25 persen. Kodeco sendiri dimiliki oleh Korea Selatan.

kita lihat saja perkembangannya, terutama mencermati usaha agresif Pertamina untuk mengejar produksi migas secara portofolio dengan mengakuisisi perusahaan migas lain yang sudah beroperasi atau mengambil alih secara penuh JOB Pertamina yang selama ini dioperatori oleh pihak lain.

berita lain bisa diintip di http://www.inilah.com

Juru Bicara PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), Ali Mundakir mengatakan kemungkinan pada 2013 mendatang Pertamian bakal menjadi operator di blok West Madura, dengan mitranya PT Kodeco Ltd.

“Kemungkinan baru 2013 Pertamina bisa menjadi operator di blok west Madura,” kata Juru Bicara Ali Mundakir kepada INILAH.COM, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan saat ini status operatorship di blok tersebut masih di tangan PT Kodeco Ltd, tetapi mulai 2013 mendatang, Perseroan siap menjadi operatornya. Adapun pemilik saham di blok tersebut antara lain Pertamina 50% dan Kedeco 50%.

Dalam hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan telah menjelaskan untuk menjadi operator di blok migas west madura, pihaknya sudah mendapatkan restu dari pemerintah, (kementerian ESDM), tinggal menunggu pelaksanannya. [hid]

LNG Receiving Terminal

February 28, 2010 2 comments

akhir-akhir ini mulai ramai lagi diberitakan tentang rencana konsorsium Pertamina dan PGN membangun LNG Receiving Terminal di Jawa Barat. berita lengkapnya dibawah.

yang patut dicermati bahwa pada sekitar tahun 2006-2007, PLN pernah membuka tender serupa(LNG Receiving Terminal Regasification Facilities – LNG RTRF) untuk daerah Bojonegara dimana seingat saya beberapa EPC company sudah ditetapkan sebagai lowest bidder.

(gambar diambil dari lngpedia.com)

seingat saya dulu, tender EPCnya sudah cukup serius berjalan dan ada beberapa paket (paket LNG tank, paket LNG receiving process area dan paket jetty/loading facilities) .

dari info yang saya dapat, lowest bidder paket LNG tank saat itu adalah Konsorsium Kawasaki Heavy Industry dan Marubeni Corp, lowest bidder untuk jetty adalah SAC Nusantara sementara untuk process regasification plant adalah IKPT (join dengan Tractebel Belgium kalo gak salah).

hanya saja (dari berita yang beredar pada tahun 2007 itu), PLN ‘menunda’ penunjukan pemenang semua paket tanpa kepastian yang jelas.

mudah-mudahan rencana tender LNG Receiving 2010 yang kali ini dilakukan konsorsium PGN-Pertamina dan PLN bertindak sebagai offtaker akan jauh lebih lancar daripada tender yang dulu dilakukan PLN. setidaknya EPC stage nya harus dilaksanakan begitu lowest bidder (winner) ditunjuk.

para kandidat lowest bidder tahun 2007 itu mudah-mudahan masih tertarik untuk berpartisipasi dan meramaikan peta persaingan tender project yang lumayan menantang ini.

tentang tenderingnya, dapat diintip di http://www.pme-indonesia.com/news/?catId=2&newsId=1753

JAKARTA – Guna membangun LNG Receiving terminal di Jawa Barat, kedua perusahaan BUMN PT Pertamina (persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menginvestasikan modalnya sebesar US$ 150 juta.

Menurut Direktur Utama PGN, Hendi P. Santoso, pihaknya akan menggelar tender engineering procurement & construction (EPC) dalam waktu dekat ini.

“Nantinya pemenang tender akan bekerja sama dengan anak usaha,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/2).

Hendi menjelaskan, dalam memenuhi modal anak usahanya bersama dengan Pertamina maka saat ini sedang dilakukan penghitungan modal investasi pada proyek LNG receiving tersebut.

“Pertamina akan menjadi lead dengan pendanaan yang cukup besar dan sisanya akan dipenuhi oleh PGN,” katanya.

Hendi menambahkan, nantinya pertamina akan kuasai 60% dan PGN 40%, ini berarti PGN akan mengucurkan dana sekitar US$ 60 juta.

“Kita masih hitung berapa yang dari internal dan berapa yang harus dipenuhi dari eksternal,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui bahwa LNG receiving terminal tersebut akan dipergunakan untuk menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit listrik milik PLN serta pelaku usaha setempat. (PME-01/SGT)

Categories: EPC and Migas Tags: , , , ,

Rencana Pertamina mengakuisisi ConocoPhillips

January 22, 2010 Leave a comment

kembali terdengar agresivitas pertamina untuk meningkatkan kapasitas produksi migas nya, barangkali untuk mengejar ketertinggalan setelah selama ini sepertinya ‘tertidur’ pulas.

khusus untuk pengembangan oleh ConocoPhiliips di North Belut (EPCI CPPnya dilakukan oleh McDermott, dimulai Januari 2007 dan load-out Juni 2009) produksi pertamanya telah dilakukan sekitar november 2009 lalu. kalau tidak salah, produksi gas akan mencapai 265 – 315 MMSCFD dan oil sekitar 20-30ribu bpd. angka yang cukup signifikan.

mari kita lihat realisasi dari agresivitas pertamina ini, tentu yang paling terdekat adalah realisasi dari rencana lain yaitu pertamina akan mengambil alih blok Mahakam yang seharusnya keputusan sudah ada di bulan Jan-Feb ini.

setidaknya jika pertamina tumbuh terus dan berkembang, porsi lokal dalam setiap project offshore EPCI yang akan dilakukan, akan meningkat dan memberikan nilai tambah bagi para engineer lokal yang terlibat. semoga.

berita detail dari web.bisnis.com, 21 Jan 2010

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) siap mengakuisisi seluruh aset ConocoPhilips di Indonesia setelah perusahaan yang bermarkas di Houston, Texas, Amerika Serikat, itu mengumumkan rencana menjual asetnya bernilai US$10 miliar yang ada di luar negeri.

Dalam rangka itu, BUMN minyak dan gas itu telah menyediakan dana untuk kepentingan merger dan akuisisi senilai US$1 miliar, sementara untuk rencana akuisisi aset ConocoPhilips itu diperkirakan membutuhkan dana US$600 juta -US$700 juta.

Vice President Merger dan Akuisisi Pertamina Bayu Kristanto mengemukakan persero kini akan lebih gencar meningkatkan nilai perusahaan dengan mencari peluang, baik merger maupun akuisisi, dengan menggunakan strategi pendekatan aset level, induk perusahaan dan government to government.

“Kami kini gencar mengincar beberapa peluang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satunya adalah aset ConocoPhilips di Indonesia. Dalam rangka kepentingan itu, kami telah menyiapkan dana US$600 juta-US$700 juta,” ujarnya kemarin.

Khusus di Indonesia, ConocoPhilips memiliki aset berupa blok a.l. Arafura Sea, South Natuna Sea Block B, South Jambi. Dalam rangka kepentingan itu, lanjutnya, Pertamina telah mengajukan ketertarikan itu ke Houston, markas ConocoPhilips.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu telah mengumumkan rencana menjual aset yang ada di luar negeri dengan nilai US$10 miliar. Program penjualan itu merupakan program pelepasan aset periode 2010-2011. “Kami juga berencana membeli perusahaan migas yang listed di luar negeri selain beberapa peluang di Angola, Kazakstan, Vietnam dan Australia,” ujar Bayu.


Tahapan pengembangan blok migas

January 17, 2010 2 comments

tulisan singkat berikut mencoba menjelaskan secara concise tahapan tipikal suatu blok migas dari awal sampai akhir:

1. Pemenangan suatu wilayah kuasa dimana tendernya dilakukan oleh pemerintah (melalui BP Migas). setelah diumumkan maka pemenang biasanya akan membayar semacam ‘commitment fee’ (atau signature bonus) kepada pemerintah.

tentang signature bonus ini mungkin masih ada yang ingat berita tentang menangnya Hess Indonesia di Semai V yang salah satunya diberitakan karena Hess memberikan signature bonus yang paling tinggi (kalau tidak salah sekitar USD 40 mill) dibandingkan Pertamina (yang cuma di angka USD 15 mill)

2. Tahapan Explorasi. di tahapan ini si pemenang harus membuktikan bahwa memang ada kandungan migas di wilayah kuasa (WK) yang dimenanginya. disini peranan G&G (Geologist & Geophysict) serta reservoir engineer menjadi sangat vital. Exploration drilling dan juga appraisal drilling dilakukan di tahapan ini. di tahapan ini services company seperti Schlumberger, Halliburton dan lain sebagainya juga terlibat membantu company.

Read more…